
KAKINEWS.ID, BANJARMASIN – Banua QRIStival 2026 yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan di kawasan Siring 0 KM Banjarmasin tidak hanya menghadirkan edukasi transaksi digital, tetapi juga menjadi ruang promosi budaya dan penguatan ekonomi masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 23 hingga 24 Mei 2026 itu menghadirkan berbagai aktivitas olahraga dan hiburan seperti Fun Run, Fun Walk, Fun Zumba, Fun Fit, perlombaan interaktif, hingga pertunjukan seni budaya khas Kalimantan Selatan.
Nuansa budaya lokal turut mewarnai festival melalui penampilan tari kreasi daerah, band kontemporer, fashion show sasirangan, hingga permainan tradisional.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Fadjar Majardi menyampaikan Banua QRIStival dirancang sebagai sarana edukasi sekaligus apresiasi kepada masyarakat yang telah menggunakan QRIS dalam aktivitas sehari-hari.
Selain itu, festival tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekonomi digital dan meningkatkan daya saing UMKM di Kalimantan Selatan.

Dalam rangkaian kegiatan itu juga dilaksanakan kick-off Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Banua 2026 yang menjadi bagian dari penguatan ekonomi dan keuangan syariah di daerah.
Fesyar Banua menghadirkan berbagai program edukasi, fasilitasi, dan kompetisi untuk mendukung pengembangan rantai nilai halal, optimalisasi pembiayaan syariah, serta peningkatan literasi ekonomi syariah di Kalimantan Selatan.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Plh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Subhan Nor Yaumil menegaskan pentingnya penguatan sinergi Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) bersama Bank Indonesia, perbankan, pelaku usaha, dan penyedia jasa pembayaran.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor diperlukan agar digitalisasi transaksi dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk pelaku UMKM dan layanan publik berbasis digital.
Melalui Banua QRIStival 2026, pemerintah daerah dan Bank Indonesia berharap perluasan penggunaan QRIS dapat terus meningkat dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif serta berdaya saing. (Ang)






Tinggalkan Balasan