Foto Ilustrasi AI

 

KAKI.News, BANJARMASIN – Dukungan terhadap pelestarian seni dan budaya Banjar kembali ditunjukkan PT Hayau Berait Bersama (Hayau Berait Bersama Grup) Indonesia.

Kali ini melalui dukungan terhadap pagelaran Wayang Kulit Banjar Sastra Wijaya Kandangan yang digelar Persatuan Pemuda Rakat Mufakat Badingsanakan dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pertunjukan berlangsung di Jalan Simpang 4 Penggalaman RT 09 RW 02, Kecamatan Kertak Hanyar, Sabtu (22/8/2026) malam.

Sekitar 500 warga hadir menikmati pertunjukan yang dimulai sekitar pukul 20.00 WITA tersebut.

Direktur Utama PT Hayau Berait Bersama, Muhammadi Nanda, ST., MT., menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan masyarakat yang mengangkat adat dan budaya daerah.

Menurutnya, kesenian tradisional merupakan bagian dari identitas masyarakat yang harus terus dikenalkan kepada generasi muda.

“Jangan lupakan budaya kita yang dulu, karena itu adalah peninggalan para pahlawan kita,” ujarnya.

Nanda menilai kegiatan seperti pagelaran wayang kulit memiliki nilai positif karena tidak hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga mempertemukan berbagai kalangan dalam suasana kebersamaan.

Karena itu, Hayau Berait Bersama memberikan dukungan terhadap kegiatan positif yang digagas masyarakat, khususnya kegiatan yang mampu menggerakkan generasi muda untuk berkarya sekaligus menjaga budaya daerah.“Kita tentu mendukung kegiatan-kegiatan positif seperti ini. Apalagi yang berkaitan dengan budaya dan melibatkan masyarakat serta generasi muda,” katanya.

500 Warga Nikmati Wayang Kulit

Pagelaran Wayang Kulit Banjar Sastra Wijaya Kandangan tersebut mendapat sambutan antusias masyarakat.

Warga dari kawasan Penggalaman dan Pasar Kamis berdatangan untuk menyaksikan pertunjukan yang direncanakan berlangsung hingga semalam suntuk.

Ketua Persatuan Pemuda Rakat Mufakat Badingsanakan, M. Ilmi, mengatakan kegiatan tersebut sengaja digelar sebagai hiburan masyarakat sekaligus sarana mempererat tali silaturahmi.

“Dengan adanya pagelaran wayang kulit ini, mudah-mudahan kita bisa memperkuat dan menjalin tali silaturahmi. Kita saling merangkul sekaligus menghidupkan budaya,” ujarnya.

Ilmi menyebut sekitar 500 masyarakat hadir dalam kegiatan tersebut. Sejumlah unsur pemerintahan dan masyarakat juga turut hadir, di antaranya pihak kepolisian, kepala desa sekitar serta unsur kecamatan.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan setiap tahun.

“Kalau bisa, kegiatan seperti ini setiap tahun kita adakan,” katanya.

Rakat Mufakat Rangkul Semua Kalangan

Ilmi menjelaskan, Persatuan Pemuda Rakat Mufakat Badingsanakan dibangun dengan semangat kebersamaan. Nama tersebut menggambarkan tekad untuk merangkul masyarakat tanpa membedakan suku maupun latar belakang.

“Apapun sukunya, siapapun dia, itu adalah saudara kita,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan generasi muda agar tidak melupakan kebudayaan daerah.

“Budaya ini jangan sampai punah, jangan sampai hilang. Harus terus dilestarikan,” pesannya.

Pembina Persatuan Pemuda Rakat Mufakat Badingsanakan, Burhanuddin atau Abang Ibuy, mengatakan pagelaran tersebut merupakan salah satu bentuk partisipasi masyarakat dalam memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Ia berharap kegiatan yang mengangkat

kebudayaan lokal dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan.

“Ini salah satu bentuk partisipasi dalam kegiatan HUT RI ke-81.

Mudah-mudahan ke depannya kegiatan ini terus bisa kita lanjutkan dengan mengangkat kebudayaan yang ada,” ujarnya.

Burhanuddin menyebut organisasi tersebut saat ini beranggotakan sekitar delapan hingga sepuluh orang dan terbuka bagi masyarakat yang ingin bergabung.

Menurutnya, kreativitas pemuda harus diarahkan pada kegiatan positif, termasuk mengembangkan kesenian dan kebudayaan yang ada di Kalimantan Selatan.

Hayau Berait Dorong Generasi Muda Berkarya

Muhammadi Nanda menambahkan, dukungan terhadap kegiatan budaya merupakan bagian dari kepedulian terhadap warisan daerah sekaligus upaya menciptakan ruang positif bagi masyarakat.

Ia berharap kegiatan seperti pagelaran Wayang Kulit Banjar tidak hanya muncul ketika peringatan hari besar, tetapi dapat terus berkembang dan menjadi kegiatan yang mampu melibatkan lebih banyak generasi muda.

Dengan dukungan berbagai pihak, termasuk dunia usaha seperti Hayau Berait Bersama, kegiatan seni dan budaya diharapkan tidak sekadar menjadi tontonan, tetapi menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkumpul, bersilaturahmi dan menjaga identitas budaya Banua.

Malam itu, pertunjukan Wayang Kulit Banjar Sastra Wijaya Kandangan pun menjadi bagian dari kemeriahan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Ratusan warga berkumpul dalam satu suasana, menikmati kesenian tradisional sekaligus merawat semangat rakat mufakat badingsanakan.