
Kakinews.id, Jakarta .Gempa bumi tektonik bermagnitudo 6,7 mengguncang wilayah Central Peru, Jumat (21/8/2026) pukul 01.00.16 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah Indonesia.
Berdasarkan hasil pemutakhiran analisis BMKG, episenter gempa berada pada koordinat 14,63 derajat Lintang Selatan dan 73,57 derajat Bujur Barat. Gempa berlokasi di darat wilayah Central Peru dengan kedalaman 70 kilometer.
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, BMKG menyebut gempa tersebut merupakan gempa bumi menengah akibat aktivitas tektonik. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan turun atau normal fault.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Wijayanto, S.T., M.Sc., mengatakan hasil analisis BMKG menunjukkan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah Indonesia.
“Gempa bumi tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah Indonesia. Oleh karena itu, kepada masyarakat pesisir di wilayah Indonesia diimbau agar tetap tenang,” ujar Wijayanto dalam keterangan resmi BMKG, Jumat (21/8/2026).
Wijayanto juga mengimbau masyarakat Indonesia, khususnya yang berada di wilayah pesisir, tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
BMKG meminta masyarakat memastikan informasi resmi mengenai gempa dan potensi tsunami hanya bersumber dari kanal komunikasi resmi BMKG yang telah terverifikasi.
Informasi tersebut dapat diperoleh melalui media sosial @infoBMKG, laman resmi BMKG dan InaTEWS, serta aplikasi WRS-BMKG dan InfoBMKG.





