
Jakarta, Kakinews – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan pekan ini dalam tekanan berat di level 7.129, setelah diguncang koreksi tajam sepanjang sepekan. Bursa saham domestik tercatat gagal mempertahankan momentum dan terus terseret ke zona merah.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 20-24 April 2026, IHSG anjlok 6,61 persen dari posisi pekan sebelumnya di level 7.643.
Pelemahan ini mencerminkan tingginya tekanan jual dan rapuhnya sentimen pasar dalam beberapa hari terakhir.
Di tengah ambruknya IHSG, sejumlah saham mengalami kejatuhan lebih dalam dan masuk daftar top losers. Rontoknya saham-saham tersebut semakin memperparah tekanan indeks, sehingga peluang rebound pun tertahan.
Berikut 10 saham dengan penurunan terdalam selama sepekan:

- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) jeblok 37,85 persen menjadi Rp2.020 per saham dari Rp3.250.
- PT Ifishdeco Tbk (IFSH) merosot 32,79 persen menjadi Rp2.050 per saham dari Rp3.050.
- PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) terpangkas 30,26 persen menjadi Rp4.620 per saham dari Rp6.625.
- PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) susut 28,36 persen menjadi Rp1.705 per saham dari Rp2.380.
- PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) turun 19,57 persen menjadi Rp1.130 per saham dari Rp1.405.
- PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) melemah 18,97 persen menjadi Rp23.500 per saham dari Rp29.000.
- PT Red Planet Indonesia Tbk (PSKT) ambles 18,88 persen menjadi Rp232 per saham dari Rp286.
- PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk (GMTD) terkoreksi 18,11 persen menjadi Rp1.560 per saham dari Rp1.905.
- PT MD Entertainment Tbk (FILM) jatuh 17,95 persen menjadi Rp2.240 per saham dari Rp2.730.
- PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) tergerus 17,93 persen menjadi Rp1.030 per saham dari Rp1.255.
Koreksi tajam pada saham-saham tersebut menjadi sinyal kuat bahwa tekanan pasar belum mereda. Selama sentimen negatif masih mendominasi, IHSG berpotensi tetap bergerak dalam bayang-bayang volatilitas tinggi.








Tinggalkan Balasan