
Jakarta, Kakinews – Permohonan Justice Collaborator (JC) yang diajukan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya justru membuka pertanyaan baru mengenai perannya dalam kasus dugaan korupsi pengadaan motor listrik di lingkungan BGN.
Kejaksaan Agung menegaskan status Justice Collaborator tidak dapat diberikan kepada seseorang yang berperan sebagai pelaku utama dalam tindak pidana yang sedang diusut. Pernyataan tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa penyidik masih mendalami sejauh mana keterlibatan Sony dalam perkara yang telah menyeret sejumlah tersangka ke balik jeruji.
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Anang Supriatna menegaskan, pemberian status JC tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Menurutnya, seseorang baru dapat dipertimbangkan memperoleh perlindungan dan keringanan sebagai JC apabila keterangannya mampu mengungkap aktor yang lebih besar serta bukan merupakan pelaku utama.
“Kalau dia pelaku utama, tentu tidak bisa menjadi Justice Collaborator. Yang dilihat adalah apakah keterangannya dapat membuka peran pihak lain yang lebih besar dalam perkara ini,” kata Anang, Sabtu (13/6/2026).
Pernyataan tersebut memunculkan spekulasi bahwa posisi Sony dalam pusaran kasus korupsi BGN belum sepenuhnya terang. Pasalnya, hingga kini penyidik belum melakukan pemeriksaan langsung terhadap Sony, meski permohonan JC telah diajukan melalui penasihat hukumnya.

Kejagung menegaskan akan memeriksa Sony pada pekan depan untuk menguji klaim dan alasan di balik pengajuan status Justice Collaborator tersebut. Pemeriksaan itu dinilai krusial untuk menentukan apakah Sony layak dianggap sebagai pihak yang membantu membongkar kejahatan atau justru merupakan sosok sentral yang bertanggung jawab atas terjadinya dugaan korupsi.
“Yang bersangkutan sendiri belum diperiksa. Dalam waktu dekat akan segera diperiksa terkait pernyataan yang disampaikan penasihat hukumnya,” ujar Anang.
Publik kini menunggu langkah tegas Kejagung. Sebab, jika fakta penyidikan nantinya menunjukkan Sony memiliki peran dominan atau menjadi aktor utama dalam skandal tersebut, maka pintu Justice Collaborator akan tertutup rapat dan proses hukum harus berjalan tanpa keistimewaan apa pun.








Tinggalkan Balasan