
KAKINEWS.ID, BANJARBARU – Komite Ekonomi Kreatif (KEK) Kota Banjarbaru menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Tadarus Puisi ke-20 yang kembali menghadirkan para penyair, seniman, budayawan, serta komunitas kreatif dalam satu ruang kebersamaan yang penuh makna. Kegiatan tersebut digelar pada Jumat (6/3/2026) di panggung utama Pasar Ramadan, Lapangan dr. Murdjani, Banjarbaru.
Dalam sambutan yang disampaikan Ketua Harian KEK Banjarbaru, Narwanto, mewakili Ketua Umum KEK H. Riyandy Hidayat, disampaikan rasa syukur karena para pelaku seni dan budaya masih dapat berkumpul dan merayakan puisi sebagai sarana ekspresi, refleksi zaman, sekaligus ruang berbagi gagasan.
Menurutnya, puisi bukan sekadar rangkaian kata, tetapi juga menjadi cara untuk merawat rasa, membaca perubahan, serta menyuarakan nilai-nilai kehidupan.
“Melalui puisi, kreativitas dapat menjadi sarana yang halus namun kuat untuk menyampaikan makna kehidupan dan suara hati masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kehadiran Komite Ekonomi Kreatif dalam kegiatan tersebut dilandasi keyakinan bahwa kreativitas membutuhkan ruang untuk tumbuh dan berkembang. Oleh karena itu, KEK Banjarbaru ingin hadir tidak hanya sebagai lembaga, tetapi juga sebagai jembatan yang menghubungkan pelaku kreatif, komunitas seni, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

“Kami berharap Komite Ekonomi Kreatif tidak menjadi lembaga yang jauh dari komunitas, melainkan mampu menjadi wadah dan penghubung bagi para pelaku seni dan ekonomi kreatif agar dapat terus berkarya dan berkembang,” tegasnya.
Narwanto juga menyampaikan bahwa kreativitas lahir dari perjumpaan, dialog, dan kolaborasi. Kegiatan seperti Tadarus Puisi dinilai menjadi contoh nyata bagaimana ruang kreatif dapat hidup melalui energi komunitas yang terus bergerak.
Menurutnya, Banjarbaru sebagai kota yang terus berkembang tidak hanya membutuhkan pembangunan fisik, tetapi juga pertumbuhan di bidang seni, budaya, dan kreativitas masyarakat.
“Banjarbaru adalah kota yang sedang bertumbuh. Kota yang maju tidak hanya dibangun oleh jalan dan gedung, tetapi juga oleh imajinasi, seni, dan kreativitas warganya,” ungkapnya.
Melalui momentum Tadarus Puisi ke-20, para pelaku kreatif diajak untuk terus merawat ruang-ruang berkarya, memperkuat jejaring, serta saling mendukung agar Banjarbaru semakin dikenal sebagai kota yang ramah bagi ide, karya, dan kreativitas.
Diketahui, Tadarus Puisi ke-20 tahun 2026 mengangkat tema “142 Penyair Menuju Bulan”, yang merupakan kumpulan puisi dalam buku antologi yang disunting oleh sastrawan Arsyad Indradi.
Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh seniman, sastrawan, dan budayawan dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan yang menampilkan beragam pertunjukan seni dan pembacaan puisi sebagai bentuk ekspresi budaya yang terus hidup di tengah masyarakat.






Tinggalkan Balasan