KAKINEWS.ID,JAKARTA  –Kebiasaan minum kopi dan teh pada usia paruh baya kembali menjadi perhatian dalam kajian mengenai risiko demensia. Bukan hanya jenis minumannya, tetapi jumlah kafein yang dikonsumsi juga disebut dapat menjadi faktor penting.

Kajian yang diterbitkan News-Medical pada 3 September 2026 merangkum berbagai bukti epidemiologis dan mekanistik mengenai kemungkinan hubungan konsumsi kafein pada usia paruh baya dengan risiko demensia di kemudian hari.

“Bukti observasional saat ini tidak dapat menetapkan hubungan sebab-akibat,” demikian penekanan dalam kajian tersebut.

Para penulis menjelaskan, hubungan antara konsumsi kopi, teh, dan risiko demensia kemungkinan dipengaruhi sejumlah faktor. Di antaranya dosis kafein, usia saat konsumsi, faktor genetik, mekanisme biologis, serta kebiasaan minum yang berbeda antarbudaya.

Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah CYP1A2, gen yang berkaitan dengan metabolisme kafein. Perbedaan genetik dapat membuat tubuh seseorang memproses kafein dengan kecepatan yang berbeda.

Kajian tersebut juga menyoroti sinyal adenosin, sistem biologis yang berinteraksi dengan kafein. Mekanisme ini dinilai dapat membantu menjelaskan bagaimana kafein mungkin berhubungan dengan fungsi otak.

Meski demikian, temuan tersebut belum dapat dijadikan dasar untuk menyatakan bahwa minum kopi atau teh secara langsung dapat mencegah ataupun menyebabkan demensia.

Para penulis menilai diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui apakah jumlah konsumsi kafein tertentu pada usia paruh baya benar-benar berkaitan dengan risiko demensia di masa mendatang.

Dengan demikian, masyarakat tidak perlu menarik kesimpulan bahwa semakin banyak atau semakin sedikit minum kopi dan teh pasti akan menentukan risiko demensia. Bukti ilmiah mengenai hubungan tersebut masih terus berkembang.