
KPK menggeledah rumah Dirut PDAM Madiun selama 5 jam dalam pengembangan kasus korupsi proyek yang melibatkan pejabat dan swasta. Barang bukti terkait fee proyek, CSR, dan gratifikasi mulai terungkap.
KAKINEWS — Langkah Komisi Pemberantasan Korupsi makin agresif membongkar dugaan korupsi di lingkungan Pemerintah Kota Madiun. Rabu (8/4/2026), penyidik menggeledah rumah Direktur PDAM Kota Madiun, Suyoto, selama sekitar lima jam—dari pagi hingga siang—dalam operasi tertutup yang mengindikasikan kuatnya dugaan pelanggaran.
Penggeledahan di Kelurahan Demangan, Kecamatan Taman, itu bukan sekadar formalitas. Tim KPK datang dengan dua kendaraan dan perlengkapan khusus, menandakan operasi serius dalam pengembangan perkara korupsi yang tengah diusut.
Sehari sebelumnya, penyidik juga menyisir rumah pengusaha properti. Rangkaian penggeledahan maraton ini memperlihatkan bahwa kasus yang diusut bukan perkara kecil, melainkan jaringan dugaan korupsi yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari pejabat hingga swasta.
Namun, respons Suyoto justru memantik tanda tanya. Ia menyebut kedatangan KPK hanya “sekadar berkunjung”.
Pernyataan itu kontras dengan fakta penggeledahan berjam-jam oleh lembaga antirasuah.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menegaskan penggeledahan dilakukan di sejumlah titik secara intensif dalam beberapa hari terakhir.
“Pekan ini penyidik melakukan giat penggeledahan secara maraton di sejumlah lokasi di wilayah Kota Madiun,” ujarnya.
Dari rangkaian penggeledahan tersebut, KPK telah mengamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan dugaan pemerasan melalui fee proyek, dana CSR, hingga gratifikasi. Ini menguatkan dugaan praktik “setoran proyek” yang selama ini menjadi penyakit kronis dalam birokrasi daerah.
Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan tiga tersangka: Wali Kota Madiun nonaktif Maidi, Kepala Dinas PUPR Thariq Megah, serta rekanan Rochim Ruhdiyanto. Nama-nama ini menjadi pintu masuk untuk mengurai lebih dalam aliran uang dan aktor lain yang diduga terlibat.
Penggeledahan rumah Dirut PDAM menjadi sinyal bahwa lingkaran kasus terus melebar. KPK tampaknya tidak berhenti pada aktor utama, tetapi memburu seluruh simpul yang diduga ikut menikmati aliran dana haram tersebut








Tinggalkan Balasan