
Wakil Bupati Hulu Sungai Selatan H. Suriani, S.Sos., M.AP menyampaikan paparan Creative Financing Tahun 2026 secara virtual di Media Center Setda HSS dalam agenda penilaian Entrepreneur Government oleh Kemendagri, Jumat (17/4/2026).(Foto : Istimewa)
KAKINEWS, HSS — Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) menunjukkan komitmen dalam mempercepat pembangunan daerah melalui inovasi pendanaan alternatif. Hal tersebut ditunjukkan melalui partisipasi Pemkab HSS dalam agenda pemaparan Creative Financing (Pembiayaan Kreatif) Tahun 2026 yang diselenggarakan secara virtual oleh Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jumat (17/4/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di Media Center Setda HSS tersebut diikuti pemerintah daerah yang masuk nominasi penghargaan Entrepreneur Government. Kabupaten Hulu Sungai Selatan menjadi salah satu daerah yang dinilai berhasil merancang skema pendanaan di luar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Bupati HSS, H. Syafrudin Noor, SE., S.Sos turut hadir secara daring untuk menyampaikan paparan pendahuluan meski sedang menjalankan tugas dinas di luar daerah.
Dalam paparannya, Bupati menegaskan pentingnya perubahan paradigma pemerintahan menuju konsep Entrepreneur Government, di mana pemerintah daerah tidak hanya bergantung pada dana transfer pusat, tetapi juga mampu menciptakan peluang investasi dan pembiayaan alternatif.
Paparan teknis kemudian dilanjutkan oleh Wakil Bupati HSS, H. Suriani, S.Sos., M.AP yang menjelaskan strategi daerah dalam memaksimalkan infrastruktur sekaligus mendukung pengembangan ekosistem ekonomi kreatif.

Menurutnya, Pemkab HSS berfokus pada inovasi pembiayaan non-APBD guna memicu masuknya investasi swasta serta menciptakan efek ungkit terhadap pembangunan daerah dan kemandirian fiskal.
Keseriusan pemerintah daerah dalam agenda tersebut terlihat dari kehadiran para Asisten Setda, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, khususnya jajaran Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD), serta Direktur RSUD Brigjend H. Hasan Basry Kandangan dan Direktur RSUD Daha Sejahtera.
Kehadiran unsur rumah sakit daerah menunjukkan bahwa skema Creative Financing juga diarahkan untuk mendukung sektor pelayanan publik, termasuk pengembangan layanan kesehatan melalui kerja sama pihak ketiga dan inovasi layanan yang tetap terjangkau bagi masyarakat.
Paparan disampaikan di hadapan tim penilai yang terdiri dari unsur internal Kemendagri, pakar ekonomi dan keuangan publik, akademisi perguruan tinggi, serta perwakilan media massa nasional.
Program yang diinisiasi Kemendagri tersebut bertujuan mendorong pemerintah daerah agar lebih adaptif dan inovatif dalam mencari alternatif pembiayaan pembangunan.
Adapun fokus penilaian tahun 2026 meliputi inovasi pendanaan di luar instrumen APBD konvensional, penguatan kemandirian fiskal daerah, serta pengembangan ekosistem ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.
Melalui partisipasi ini, Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan berharap dapat meraih penghargaan Entrepreneur Government sekaligus mengimplementasikan skema pembiayaan kreatif secara berkelanjutan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.






Tinggalkan Balasan