KAKINEWS.DI Amuntai – Dugaan keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di SMKN 1 Amuntai mendapat perhatian dari Pemerintah Daerah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).

Sekda HSU Adi Lesmana sebelumnya juga mengunjungi langsung siswa yang dirawat di rumah sakitd an hingga Sabtu (25/4/2026) semua pasien telah dipulangkan .

Dari pemerintah daerah dalam waktu dekat akan melakukan koordinasi dengan seluruh SPPG yang ada di Kabupaten HSU, Kalimantan Selatan. Sebnyak 17 SPPG akan melakukan koordinasi agar hal ini tidak terulang kembali.

“Kami juga menggandeng Loka POM Tabalong untuk memberikan rekomendasi, salah satunya adalah tiap SPPG diminta untuk tidak menyediakan lebih dari 3000 porsi sehari, kami akan diskusikan ini,” Sekda.

Ia menambahkan pihak sekolah juga diminta berperan aktif pada makanan yang diberikan kepada siswa. “Perlu ada evaluasi setelah kejadian ini,” ungkapnya.

Sisi lain, setelah adanya kejadian gaan keracunan makanan di SMKN 1 Amuntai, saat ini pembagian MBG dihentikan sementara.

Kepala SMKN 1 Amuntai Safrudin mengatakan, biasanya untuk setiap hari jumlah MBG yang dibagikan adalah 870 sesuai dengan jumlah siswa dari kelas X hingga kelas XII.

“Tadi pagi kami mendapat informasi digroup bersama dengan SPPG bahwa sementara MBG tidak dibagikan, hingga kapan masih belum mendapat informasi,” ujarnya.