
KAKINEWS.ID, JAKARTA — Analisis terhadap 371.038 orang dewasa di Amerika Serikat menunjukkan adanya hubungan antara konsumsi buah utuh yang lebih jarang dengan sejumlah kondisi kardiovaskular, termasuk tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, serangan jantung, dan penyakit jantung koroner.
Penelitian tersebut menganalisis pola konsumsi buah pada orang dewasa yang melaporkan memiliki kondisi kesehatan tersebut. Hasilnya, kelompok dengan tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, pernah mengalami serangan jantung, atau memiliki penyakit jantung koroner cenderung mengonsumsi buah utuh sedikit lebih jarang dibandingkan mereka yang tidak memiliki kondisi tersebut.
“Orang dewasa yang melaporkan tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, serangan jantung, atau penyakit jantung koroner mengonsumsi buah utuh sedikit lebih jarang,” demikian temuan penelitian tersebut.
Para peneliti juga menganalisis konsumsi jus buah 100 persen. Setelah dilakukan penyesuaian terhadap sejumlah faktor, konsumsi jus buah 100 persen lebih jarang ditemukan pada orang dewasa dengan kolesterol tinggi.
Sebaliknya, konsumsi jus buah 100 persen tercatat lebih sering pada orang yang melaporkan pernah mengalami serangan jantung.

Namun, penelitian ini menggunakan desain potong lintang (cross-sectional). Karena itu, hasilnya hanya menunjukkan hubungan antara pola konsumsi buah dan kondisi kesehatan, bukan hubungan sebab-akibat.
Dengan demikian, temuan tersebut belum dapat menyimpulkan bahwa konsumsi buah yang lebih rendah menyebabkan penyakit jantung atau bahwa konsumsi buah dapat mencegah kondisi tersebut.
Penelitian ini memberikan gambaran mengenai pola konsumsi buah pada orang dewasa dengan berbagai kondisi kardiovaskular, sekaligus menjadi dasar untuk penelitian lebih lanjut mengenai hubungan pola makan dan kesehatan jantung.






