KAKINEWS.ID, BANJAR — Tiga buah rumah di Kompleks Fadillah Perdana 5 Blok E RT 11 RW 03, Jalan Tembikar Luar, Desa Belayung Baru, Kecamatan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, ambruk secara tiba-tiba pada Sabtu (25/7/2026) sekitar pukul 14.00 Wita.

Peristiwa tersebut menyebabkan delapan orang tertimpa material bangunan. Mereka terdiri dari empat orang dewasa dan empat anak-anak.

Satu korban, Rizky, 19 tahun, yang diketahui merupakan seorang mahasiswa, meninggal dunia saat proses evakuasi.

Menurut sang nenek, Lastri, sebelum tertimpa material bangunan, Rizky sempat berusaha menolong adik-adiknya yang lebih dulu tertimpa reruntuhan.

Namun, nahas, material bangunan kemudian menimpa Rizky hingga dirinya jatuh ke bagian dasar rumah.

“Rizky sempat menolong adik-adiknya. Setelah itu dia tertimpa material bangunan dan jatuh ke bawah,” ujar Lastri.

Sementara itu, tujuh korban lainnya berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Sejumlah korban anak-anak dilaporkan mengalami luka-luka dan mendapatkan penanganan medis.

Pemilik salah satu rumah, Fatiya, mengatakan dirinya dan suaminya selamat karena saat kejadian sedang berada di rumah tetangga untuk makan bersama.

Saat tengah makan, Fatiya mendengar suara keras seperti bangunan ambruk. Setelah diperiksa, ternyata rumah miliknya bersama dua rumah lainnya telah ambruk.

Beruntung dirinya dan suami tidak ikut menjadi korban. Namun, sejumlah harta benda dan surat-surat berharga miliknya tertimbun material bangunan.

“Waktu itu saya sedang makan di rumah tetangga. Tiba-tiba terdengar suara ambruk. Ternyata rumah saya dan dua rumah lainnya sudah amblas,” kata Fatiya.

Warga sekitar kemudian bergotong royong melakukan evakuasi terhadap para korban sekaligus menyelamatkan sejumlah barang milik warga yang masih bisa dikeluarkan dari reruntuhan.

Hingga kini, belum diketahui secara pasti penyebab ambruknya tiga rumah tersebut. Warga menyebut kejadian berlangsung secara tiba-tiba dan tidak didahului angin kencang maupun cuaca buruk.

Polisi telah memasang garis polisi di lokasi kejadian dan melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab ambruknya bangunan.

Tim Inafis Polda Kalimantan Selatan juga telah diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan di tempat kejadian perkara.

Sementara itu, jumlah kerugian akibat ambruknya tiga rumah tersebut hingga kini masih dalam pendataan.