KAKINEWS.ID, BANJARMASIN- Kunjungan kerja Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) RI, Helvi Moraza ke Banjarmasin mengungkap masih sulitnya pelaku usaha kecil mengakses permodalan dari perbankan.

Keluhan tersebut disampaikan Fajri, salah satu pedagang di Pasar Sentra Antasari. Ia menilai persyaratan pengajuan kredit, seperti jaminan dan rekam jejak pembayaran, masih menjadi kendala utama bagi pedagang kecil.

“Harapan kami, pedagang kecil seperti kami ini lebih dipermudah urusan di bank. Terkadang syaratnya terlalu berat. Mudah-mudahan ada kebijakan yang lebih ringan agar kami bisa membesarkan usaha,” ujarnya di sela kunjungan.

Menanggapi hal tersebut, Helvi mengakui masih adanya hambatan di lapangan. Ia pun mendorong pelaku UMKM untuk lebih proaktif menyampaikan kendala yang dihadapi.

“Kalau ada kendala, datangi Kepala Dinas. Sampaikan langsung, jangan diam, karena sekarang perbankan Himbara sudah lebih terbuka,” katanya kepada awak media.

Lebih lanjut, Helvi menegaskan bahwa fokus pemerintah tidak hanya pada pembiayaan, tetapi juga memperluas akses pasar bagi pelaku UMKM. Ia bahkan meminta Pemerintah Kota Banjarmasin segera melakukan klasterisasi UMKM agar pengembangan usaha lebih terarah dan kompetitif.

“Ke depan, UMKM diarahkan menjadi penunjang ekosistem industri. Kami menargetkan sektor produksi mencapai 65 persen, karena sektor ini paling banyak menyerap tenaga kerja dan menekan angka pengangguran,” jelasnya.

Selain itu, ia membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk terlibat dalam program nasional, seperti penyediaan bahan baku untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga pembangunan perumahan.

Di sisi lain, Helvi juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Banjarmasin yang bekerja sama dengan perbankan dalam memberikan proteksi asuransi kerusakan tempat usaha bagi 200 pedagang.

“Ini wujud nyata arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai kolaborasi semua pihak. Negara harus hadir memberikan perlindungan agar UMKM memiliki ketenangan dalam berusaha,” ujarnya.