KAKINEWS.ID| Kalteng – Suasana haru dan duka menyelimuti Bandar Udara Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Sabtu 7 Oktober 2026

Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, S.A.P., M.Sc., memimpin langsung upacara pelepasan jenazah Sertu (Anumerta) Heri Prasetyo, prajurit TNI Angkatan Darat yang gugur dalam kecelakaan helikopter Mi-17 V5 saat menjalankan misi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Upacara penghormatan terakhir yang dimulai pukul 06.47 WIB tersebut menjadi bentuk penghargaan dan penghormatan institusi TNI kepada prajurit yang telah mengorbankan jiwa dalam menjalankan tugas negara.

Prosesi pelepasan berlangsung khidmat dengan dihadiri jajaran pejabat TNI, Polri, pemerintah daerah, serta keluarga almarhum.

Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran, S.I.Kom., Kapolda Kalteng Irjen Pol. Iwan Kurniawan, S.I.K., M.Si., Danrem 102/Panju Panjung Brigjen TNI Wimoko, Tenaga Ahli BNPB Brigjen TNI Asep Dedi Darmadi, serta Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda, S.E., M.Si., bersama unsur Forkopimda dan pejabat terkait lainnya.

Di tengah suasana kehilangan tersebut, Pangdam XXII/Tambun Bungai juga memberikan perhatian langsung kepada keluarga yang ditinggalkan.

Mayjen TNI Zainul Arifin menyempatkan diri berbincang dengan orang tua almarhum, menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan dukungan moril agar keluarga diberikan ketabahan dan kekuatan menghadapi musibah tersebut.

Kepergian Sertu Anumerta Heri Prasetyo menjadi bagian dari tragedi kecelakaan helikopter Mi-17 V5 TNI AD yang terjadi pada Rabu (4/11/2026) di perairan Kabupaten Seruyan.

Helikopter tersebut mengalami kecelakaan ketika menjalankan misi water bombing untuk mendukung penanganan karhutla di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting.

Setelah melalui proses pencarian dan evakuasi yang melibatkan personel gabungan TNI, Polri, Basarnas, BNPB, pemerintah daerah, serta masyarakat, jenazah Sertu Anumerta Heri Prasetyo akhirnya berhasil ditemukan dan dievakuasi pada Jumat (6/11/2026).

Penemuan tersebut sekaligus menandai tuntasnya proses evakuasi tiga prajurit TNI AD yang gugur dalam insiden tersebut, sementara lima kru lainnya berhasil selamat.

Selanjutnya, jenazah almarhum diberangkatkan menggunakan pesawat P-8202 TNI Angkatan Laut melalui Bandara Kuala Pembuang untuk dipulangkan ke kampung halaman di Jawa Tengah.

Berdasarkan keterangan Pangdam XXII/Tambun Bungai, keluarga menghendaki almarhum dimakamkan di Klaten, dengan prosesi pemakaman militer yang direncanakan dipimpin Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad).

Pengorbanan Sertu Anumerta Heri Prasetyo bersama dua prajurit lainnya menjadi pengingat beratnya resiko sebagai anggota TNI selain bertempur, dan juga sama resikonya dengan aparat negara lainnya dalam menjalankan misi kemanusiaan, termasuk dalam membantu menghadapi ancaman karhutla.

Penghormatan terakhir yang diberikan TNI dan pemerintah daerah bukan hanya seremonial, melainkan bentuk penghargaan tinggi atas dedikasi dan pengabdian prajurit yang gugur ketika menjalankan tugas bagi bangsa dan negara.