
Kepala Teknik Tambang (KTT) PT Borneo Indobara, Riadi Simka Pinem, saat membuka secara resmi kegiatan Family Visit 2026 di area Office BIB.(Foto :Istimewa)
KAKI.News, BATU LICIN — PT Borneo Indobara (BIB) kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun hubungan yang harmonis dengan karyawan dan keluarga melalui kegiatan Family Visit 2026.
Program ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus sarana edukasi bagi keluarga untuk mengenal lebih dekat dunia kerja di industri pertambangan batubara.
Kegiatan Family Visit dilaksanakan dalam dua gelombang, yakni pada 24 dan 25 Januari 2026, dengan total peserta mencapai 251 orang.
Peserta berasal dari 11 perusahaan, terdiri atas karyawan internal PT Borneo Indobara serta sejumlah mitra kerja yang selama ini terlibat aktif dalam mendukung operasional tambang.


Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Teknik Tambang (KTT) PT Borneo Indobara, Riadi Simka Pinem, di area Office BIB.
Dalam sambutannya, Riadi menekankan bahwa industri pertambangan merupakan sektor yang padat modal dan memiliki risiko keselamatan tinggi, sehingga dukungan keluarga menjadi faktor penting dalam menjaga semangat kerja karyawan.
“Dengan adanya dukungan keluarga, diharapkan karyawan semakin sadar akan pentingnya keselamatan kerja. Keselamatan bukan hanya tanggung jawab perusahaan, tetapi juga menjadi bagian dari budaya hidup sehari-hari,” ujar Riadi.

Usai pembukaan, para peserta diajak mengunjungi lokasi penambangan. Pada hari pertama, rombongan mengunjungi Titik Pantau
Penambangan PT Putra Perkasa Abadi (PPA) di area Pit KGU. Sementara di hari kedua, peserta melihat langsung aktivitas penambangan di Pit KGB milik PT Cipta Kridatama (CK).
Di lokasi tersebut, keluarga karyawan dapat menyaksikan secara langsung proses bisnis pertambangan, mulai dari pemindahan lapisan tanah, pengangkutan material, hingga pengoperasian alat-alat berat di area pit.
Para peserta juga mendapat penjelasan terkait potensi bahaya dan risiko di area tambang, sekaligus pentingnya penerapan standar keselamatan yang ketat.
Salah satu peserta, Hasanah, istri karyawan PT PPA jobsite PT BIB, mengaku terharu setelah melihat langsung kondisi kerja suaminya.
“Saya baru pertama kali melihat tambang secara langsung. Sekarang saya benar-benar tahu betapa beratnya pekerjaan suami saya.
Berangkat subuh, menghadapi panas dan debu, pulang sudah malam. Ternyata bapak-bapak itu sekuat itu,” ujarnya sambil tersenyum haru.
Memasuki sesi sore, kegiatan dilanjutkan dengan materi Off the Job Safety, yang menekankan pentingnya budaya keselamatan tidak hanya di tempat kerja, tetapi juga di lingkungan rumah tangga.
Materi ini disampaikan secara interaktif, membahas berbagai potensi risiko di rumah serta pentingnya komunikasi antaranggota keluarga.
“Keselamatan itu dimulai dari hal-hal kecil, bahkan dari rumah. Mulai dari cara menggunakan helm, memasang kompor gas, sampai bagaimana saling berkomunikasi agar memahami risiko di tempat kerja dan di rumah. Kuncinya adalah saling memahami dan saling mendukung,” ujar Reno, salah satu pemateri.
Suasana semakin meriah saat panitia membagikan berbagai doorprize kepada peserta, menambah keceriaan keluarga yang hadir.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, peserta diajak mengunjungi area Nursery PT Borneo Indobara. Kunjungan ini menjadi simbol komitmen perusahaan terhadap pengelolaan lingkungan dan reklamasi pascatambang.
Di lokasi tersebut, peserta tidak hanya melihat proses pembibitan tanaman, tetapi juga mengikuti kegiatan panen hasil perkebunan.
Melalui kegiatan Family Visit 2026 ini, PT Borneo Indobara berharap tercipta hubungan yang semakin erat antara perusahaan, karyawan, dan keluarga, sekaligus menumbuhkan kesadaran bersama bahwa keselamatan kerja dan kelestarian lingkungan adalah tanggung jawab bersama.






Tinggalkan Balasan