Wakil Kepala Kepolisian RI, Dedi Prasetyo (Foto: Dok KN/Ant)

Jakarta, Kakinews – Polri membangun Laboratorium Sosial Sains Kepolisian di kompleks Akademi Kepolisian (Akpol), Lemdiklat Polri, Semarang, Jawa Tengah, sebagai langkah memperkuat pendekatan pemolisian berbasis riset dan data.

Wakil Kepala Kepolisian RI, Dedi Prasetyo, menegaskan bahwa kehadiran fasilitas ini merupakan respons atas perubahan global yang semakin cepat dan kompleks, mulai dari revolusi digital hingga dinamika sosial yang terus berkembang.

“Perubahan itu kini berlangsung dengan kecepatan dan kompleksitas yang tinggi. Oleh karena itu, Polri harus mampu mengembangkan pendekatan yang tidak hanya berbasis teori, tetapi juga teruji melalui realitas sosial di lapangan,” ujarnya, Senin (30/3/2026).

Ia menjelaskan, laboratorium ini akan menjadi ruang integratif yang menghubungkan teori akademik dengan praktik di lapangan. Melalui pemanfaatan data, analisis ilmiah, serta simulasi kondisi faktual, berbagai model pemolisian akan diuji untuk menghasilkan kebijakan yang lebih presisi.

Menurutnya, keberadaan laboratorium tersebut juga diarahkan untuk memperkuat pelaksanaan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dengan pendekatan yang lebih adaptif dan berbasis bukti.

“Laboratorium ini tidak hanya menjadi ruang eksperimen, tetapi juga wahana pembelajaran untuk membentuk karakter personel Polri yang unggul, adaptif, serta berorientasi pada pelayanan masyarakat,” kata Dedi.

Lebih lanjut, ia menyebut pembangunan fasilitas ini sebagai bagian dari langkah strategis dalam meningkatkan profesionalitas sekaligus memuliakan profesi kepolisian melalui penguatan riset dan ilmu pengetahuan.

Dengan fondasi akademik yang semakin kuat, Polri menargetkan praktik kepolisian yang lebih transparan, akuntabel, dan berbasis pendekatan ilmiah.