KAKINEWS.ID, KOLAKA – Di usia yang masih sangat muda, Kartini (19), warga Kelurahan Kolakaasi, Kecamatan Latambaga, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, harus berjuang melawan penyakit tumor ganas yang menggerogoti tubuhnya. Di tengah perjuangan tersebut, ia juga harus menjalani peran sebagai ibu bagi anaknya yang baru berusia satu tahun.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, Kartini membutuhkan penanganan lanjutan di salah satu rumah sakit di Makassar, Sulawesi Selatan. Namun, keterbatasan ekonomi membuat proses rujukan belum dapat dilakukan karena keluarga tidak memiliki biaya yang cukup untuk kebutuhan pengobatan, transportasi, maupun akomodasi selama menjalani perawatan.

Kondisi Kartini pertama kali menjadi perhatian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Batch II Universitas Halu Oleo (UHO) yang tengah melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat di Kelurahan Kolakaasi. Saat melakukan observasi lapangan, mahasiswa menemukan kondisi kesehatan Kartini yang memprihatinkan dan membutuhkan penanganan medis sesegera mungkin.

Koordinator Mahasiswa KKN UHO Kelurahan Kolakaasi mengatakan, pihaknya langsung berkoordinasi dengan keluarga dan pemerintah setempat setelah mengetahui kondisi yang dialami Kartini.

“Saat melakukan observasi, kami melihat langsung kondisi Ibu Kartini. Setelah berkoordinasi dengan keluarga dan pihak terkait, kami mengetahui bahwa beliau harus segera menjalani pengobatan lanjutan di Makassar. Kami berharap ada dukungan dari berbagai pihak agar proses pengobatan dapat segera terlaksana,” ujarnya.

Perjuangan Kartini semakin berat karena ia merupakan seorang ibu tunggal. Dalam kesehariannya, ia hanya mengandalkan bantuan sang ibu untuk merawat dirinya sekaligus mengasuh anaknya yang masih balita.

Keterbatasan ekonomi keluarga membuat harapan untuk memperoleh pengobatan menjadi semakin sulit diwujudkan. Padahal, dokter menyarankan agar penanganan segera dilakukan untuk mencegah kondisi penyakit berkembang lebih parah.

Dengan penuh harap, Kartini mengaku hanya ingin kembali sehat agar dapat melihat tumbuh kembang anaknya.

“Saya hanya ingin sembuh supaya bisa terus merawat anak saya. Semoga Allah membuka jalan melalui orang-orang yang peduli agar saya bisa segera berobat ke Makassar,” tutur Kartini dengan mata berkaca-kaca.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN UHO bersama pemerintah kelurahan dan sejumlah pihak mulai menggalang koordinasi agar Kartini memperoleh bantuan yang dibutuhkan. Dukungan diharapkan datang dari Pemerintah Kabupaten Kolaka, lembaga sosial, organisasi kemanusiaan, dunia usaha, maupun masyarakat yang ingin membantu.

Salah seorang mahasiswa KKN berharap kepedulian masyarakat dapat menjadi harapan baru bagi kesembuhan Kartini.

“Kami mengajak seluruh masyarakat, para dermawan, pemerintah, dan komunitas sosial untuk bersama-sama membantu Ibu Kartini. Bantuan sekecil apa pun akan sangat berarti agar beliau bisa segera mendapatkan pengobatan yang dibutuhkan,” katanya.

Semangat gotong royong dan kepedulian sosial diharapkan mampu membuka jalan bagi Kartini untuk segera menjalani pengobatan di Makassar.

Bantuan yang diberikan bukan hanya menjadi ikhtiar untuk kesembuhannya, tetapi juga menjadi harapan agar seorang ibu muda dapat kembali mendampingi dan membesarkan anaknya yang masih sangat membutuhkan kasih sayang seorang ibu.