JAKARTA, KAKINEWS.ID – Konsumsi vitamin C setiap hari berpotensi memberikan manfaat bagi pasien dengan gangguan darah prakanker dan kanker darah stadium awal. Temuan tersebut berasal dari uji klinis fase 2 EVITA yang dilakukan secara acak, tersamar ganda, dan menggunakan plasebo.

Dalam penelitian tersebut, peserta yang mengonsumsi 1.000 miligram vitamin C oral setiap hari selama satu tahun mengalami lebih sedikit kejadian yang merugikan selama masa penelitian dan tindak lanjut. Peneliti juga menemukan perubahan pada kadar sitokin, yakni molekul yang berperan dalam pengaturan peradangan dan berkaitan dengan hasil kesehatan yang lebih baik.

Penelitian ini melibatkan 109 orang yang mengalami clonal cytopenia of undetermined significance (CCUS) atau myelodysplastic syndrome (MDS). Kedua kondisi tersebut dapat berkembang menjadi leukemia mieloid akut atau AML.

Namun, peneliti tidak menemukan perbedaan signifikan antara kelompok vitamin C dan plasebo dalam laju pertumbuhan sel darah abnormal, yang menjadi salah satu indikator perkembangan menuju leukemia.

Analisis eksploratif menunjukkan peserta yang mengonsumsi vitamin C secara signifikan lebih banyak yang masih hidup setelah sekitar tiga tahun masa tindak lanjut. Meski demikian, hasil tersebut masih memerlukan konfirmasi melalui uji klinis fase 3 dengan jumlah peserta yang lebih besar.

Peneliti utama, Peter A. Jones, dari Van Andel Institute, mengatakan hasil penelitian tersebut memberikan harapan terhadap kemungkinan penggunaan vitamin C untuk membantu penanganan gangguan darah prakanker.

“Kami sangat bersemangat dan tetap optimistis secara hati-hati bahwa hasil kami suatu hari dapat diterjemahkan menjadi cara sederhana untuk meningkatkan perawatan dan hasil bagi orang dengan gangguan pra-leukemia,” kata Jones seperti dikutip News Medical, Senin (21/9/2026).

Sementara itu, hematolog dari University of Copenhagen, Kirsten Grønbæk, mengatakan hasil awal tersebut menjadi dasar untuk penelitian klinis yang lebih besar.

“Terlalu dini untuk membuat rekomendasi definitif berdasarkan hasil kami, tetapi kami berharap penelitian yang lebih luas akan memberikan wawasan lebih lanjut,” ujar Grønbæk.

Lebih dari separuh peserta penelitian diketahui mengalami kekurangan vitamin C pada awal penelitian. Setelah mengonsumsi suplemen, kadar vitamin C pada kelompok perlakuan kembali ke tingkat normal.

Penelitian EVITA diterbitkan dalam jurnal CANCER pada 21 September 2026. Para peneliti masih melakukan analisis tambahan untuk memahami mekanisme biologis yang mungkin berkontribusi terhadap tingkat kelangsungan hidup lebih tinggi pada kelompok yang mengonsumsi vitamin C.