
KAKINEWS.ID, Jakarta: Harapan muncul di tengah operasi pencarian korban gempa bumi dahsyat yang mengguncang Kolombia. Seorang perempuan Bernama Daniela Largo Sanchez berhasil diselamatkan dalam kondisi hidup setelah sekitar 36 jam tertimbun reruntuhan bangunan di Kota Pereira.
Perempuan berusia 32 tahun tersebut ditemukan tim penyelamat di bawah puing-puing bangunan yang runtuh akibat gempa. Tim kemudian berhasil mengeluarkannya dari reruntuhan dan membawanya untuk mendapatkan penanganan medis.
Operasi penyelamatan melibatkan sejumlah tim khusus, termasuk petugas pemadam kebakaran dan unit pencarian serta penyelamatan. Tim menggunakan peralatan untuk mendeteksi keberadaan korban sebelum melakukan proses evakuasi secara hati-hati.
Gempa bermagnitudo 7,4 tersebut mengguncang Kolombia pada 11 Agustus 2026, dengan pusat gempa dilaporkan berada di wilayah San José del Palmar, Departemen Chocó. Getaran kuat menyebabkan kerusakan bangunan dan memicu operasi pencarian korban di sejumlah wilayah terdampak.
Penyelamatan perempuan tersebut menjadi kabar menggembirakan bagi tim penyelamat yang masih melakukan pencarian di tengah reruntuhan. Operasi pencarian korban dilanjutkan untuk menemukan warga lain yang kemungkinan masih terjebak.

Gempa berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang wilayah barat Kolombia pada Senin (10/8/2026). Episentrum gempa berada di dekat San José del Palmar, Departemen Chocó, sekitar 400 kilometer sebelah barat Bogotá.
Guncangan tersebut menyebabkan kerusakan besar di sejumlah wilayah, termasuk Cali, Pereira, Manizales, dan Quibdó. Bangunan rumah, fasilitas kesehatan, sekolah, jalan, serta infrastruktur lainnya mengalami kerusakan.
Operasi pencarian dan penyelamatan terus dilakukan karena masih ada warga yang dilaporkan hilang atau kemungkinan terjebak di bawah reruntuhan. Tim penyelamat berpacu dengan waktu, terutama dalam periode 48 hingga 72 jam pertama setelah gempa yang dianggap sangat penting untuk menemukan korban dalam kondisi hidup.
Bencana tersebut juga membuat ribuan warga kehilangan tempat tinggal dan membutuhkan bantuan darurat berupa makanan, air bersih, tempat penampungan, serta layanan kesehatan. Akses menuju sejumlah wilayah terdampak, terutama kawasan terpencil di Chocó, turut menjadi tantangan karena kerusakan infrastruktur dan gangguan komunikasi.






