
Kakinews.id, Jakarta –Pemilik sebuah pusat kebugaran atau gym di Bali menolak melayani tiga turis asal Israel setelah mengetahui mereka pernah bertugas di militer Israel atau Israel Defense Forces (IDF).
Peristiwa tersebut menjadi perhatian setelah rekaman video yang memperlihatkan ketiga turis meninggalkan gym beredar di media sosial.
Dalam video yang diunggah melalui TikTok, pemilik gym bernama Samir menjelaskan bahwa keberadaan tiga turis Israel itu diketahui setelah salah satu dari mereka disebut bersikap tidak sopan kepada seorang staf.
“Mereka mengatakan kepada saya bahwa mereka orang Israel. Jadi saya mengatakan kami tidak melayani orang Israel, kami tidak melayani IDF, dan kami tidak melayani siapa pun yang bersikap kasar kepada staf kami,” ujar Samir dalam video tersebut.
Menurut Samir, keputusan itu diambil setelah ia mengetahui identitas ketiga wisatawan tersebut serta informasi mengenai hubungan mereka dengan militer Israel.
Ketiga turis tersebut kemudian meninggalkan gym dan memberikan ulasan negatif di Google. Dalam ulasan itu, mereka menuduh Samir bersikap “rasis” dan menyebut mereka dikeluarkan karena agama yang dianut.
Peristiwa ini memunculkan perdebatan di media sosial mengenai batas antara kebijakan pemilik usaha, perlakuan terhadap wisatawan asing, serta isu politik dan konflik yang melibatkan Israel.
Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan independen mengenai latar belakang ketiga wisatawan tersebut selain informasi yang disampaikan dalam video pemilik gym dan ulasan pelanggan.





