Kakinews.id, Jakarta-  BNPB memastikan distribusi bantuan bagi warga terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), tetap berjalan meski terkendala kerusakan infrastruktur dan keterbatasan akses kendaraan berat.
Inspektur III BNPB sekaligus Person in Charge (PIC) BNPB Wilayah Manggarai Timur, Kombes Pol. Deden Nurhidayatullah, mengatakan distribusi bantuan menuju Posko Damer, Kecamatan Lamba Leda Utara, dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan.
“Sejak Kamis malam (20/8), tim lapangan telah mengupayakan pengiriman tiga unit truk logistik dari Posko Utama BPBD di Borong menuju sejumlah titik pengungsian, termasuk Pos Damer,” ujar Deden dalam keterangan BNPB, Sabtu (22/8/2026). Dalam saran persnya.
Deden menjelaskan, kerusakan sejumlah infrastruktur, termasuk jembatan, membatasi mobilitas kendaraan pengangkut logistik berukuran besar.
Karena itu, BNPB melakukan pengangkutan secara bertahap menggunakan kendaraan yang lebih kecil agar bantuan pangan dan kebutuhan awal masyarakat dapat segera tiba di lokasi terdampak.
BNPB juga mengklarifikasi informasi yang berkembang di media massa dan media sosial terkait proses administrasi penyaluran bantuan. BNPB menegaskan tidak terdapat pemaksaan dalam proses penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) bantuan logistik.
Mekanisme administrasi dan penandatanganan BAST di tingkat kecamatan merupakan kewenangan teknis BPBD Kabupaten Manggarai Timur bersama pemerintah kecamatan setempat.
Sementara BNPB Pusat berperan memfasilitasi dan memastikan dukungan logistik dari pemerintah pusat dan provinsi dapat tersalurkan hingga Posko BPBD Kabupaten secara aman dan sesuai kebutuhan.
Setelah itu, pendistribusian bantuan hingga diterima masyarakat menjadi kewenangan pemerintah daerah, dengan tetap mendapatkan pendampingan BNPB.
BNPB menegaskan bantuan yang telah tiba di Pos Damer merupakan bagian dari pengiriman awal. Penyaluran bantuan akan terus dilanjutkan sesuai kebutuhan dan kondisi akses di lapangan.
Pasokan logistik berikutnya bergerak melalui jalur darat dengan rute Labuan Bajo-Borong serta jalur laut menggunakan KRI menuju Pelabuhan Reo, Kabupaten Manggarai, untuk selanjutnya didistribusikan ke wilayah terdampak.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan penanganan dampak gempa bumi magnitudo 7,7 membutuhkan kolaborasi seluruh unsur.
“Penanganan dampak gempa bumi M 7,7 merupakan kerja bersama yang membutuhkan kolaborasi seluruh unsur, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, relawan, dunia usaha, maupun masyarakat,” kata Berton.
Berton mengatakan BNPB bersama pemerintah daerah terus memperkuat koordinasi lintas daerah dan lintas sektor untuk memastikan dukungan logistik, operasional, pelayanan kesehatan, serta kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi secara bertahap dan berkelanjutan.
BNPB juga mengimbau masyarakat menjaga situasi tetap kondusif dan menyaring informasi yang beredar, khususnya di media sosial. Informasi yang akurat dan terverifikasi dinilai penting untuk mendukung kelancaran penanganan bencana selama masa tanggap darurat.
BNPB berkomitmen terus mendampingi pemerintah daerah dan masyarakat hingga masa tanggap darurat berakhir dan proses pemulihan pascabencana berjalan.