Kakinews.id, Jakarta- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat empat kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta satu banjir di sejumlah daerah pada periode Senin (24/8) hingga Selasa (25/8) pukul 07.00 WIB.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla dan banjir.

“BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi karhutla dan banjir serta segera melaporkan kejadian kepada BPBD, pemadam kebakaran, atau aparat terdekat agar dapat segera ditindaklanjuti,” ujar Berton dalam keterangan tertulis BNPB, Selasa (25/8).

Karhutla pertama terjadi di Desa Banyuasih, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, Banten. Kebakaran yang dilaporkan sejak Minggu (23/8) tersebut menghanguskan lahan seluas 6 hektare.
BPBD Kabupaten Pandeglang mengerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran. Hingga Senin (24/8), api berhasil dipadamkan dan kondisi di lokasi dinyatakan aman.

Karhutla juga terjadi di Desa Balanggala, Kecamatan Ampana Tete, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah. Kebakaran pada Senin (24/8) itu berdampak terhadap lahan seluas sekitar 2 hektare.
Pemadaman dilakukan tim gabungan yang terdiri atas TRC BPBD, Damkar, Polsek Ampana Tete, Koramil, pemerintah kecamatan, dan pemerintah desa. Api berhasil dipadamkan pada hari yang sama.

Di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, kebakaran lahan terjadi di Jalan Pantai Tambak, Dusun Garumedang, Desa Sukamandi, Kecamatan Damar, Senin (24/8) pukul 11.32 WIB. Luas lahan terdampak mencapai lebih dari 5,1 hektare.

BPBD bersama tim gabungan melakukan pemadaman dan pendinginan. Api berhasil dipadamkan dan kondisi wilayah dinyatakan kondusif.

Sementara itu, karhutla di Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan, berdampak terhadap 14 hektare lahan.Kebakaran melanda Lingkungan 2 Bunga Wellu, Kelurahan Batu Lappa, dan Desa Lainungeng. Sebanyak 3 hektare lahan terbakar di Kelurahan Batu Lappa dan 11 hektare di Desa Lainungeng.

Hingga Senin (24/8), api di Kelurahan Batu Lappa berhasil dipadamkan. Sementara beberapa titik api di Desa Lainungeng masih dalam penanganan.

Banjir Rendam Tiga Desa di Parigi Moutong

Selain karhutla, BNPB melaporkan banjir di Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Senin (24/8) sekitar pukul 09.00 WITA.

Banjir dipicu hujan berintensitas tinggi yang menyebabkan sungai meluap dan menggenangi permukiman warga di Desa Kasimbar Palapi, Kasimbar Induk, dan Kasimbar Selatan.

Sebanyak 115 kepala keluarga terdampak. Banjir juga berdampak terhadap satu fasilitas peribadatan, dua fasilitas pendidikan, satu fasilitas umum, dan sekitar 4 hektare area perkebunan.

BPBD Kabupaten Parigi Moutong bersama instansi terkait, aparat desa, dan masyarakat melakukan asesmen serta penanganan di lokasi. Hingga laporan BNPB diterima, banjir masih belum surut dan pemantauan terus dilakukan.

Berton juga meminta pemerintah daerah memastikan kesiapsiagaan personel, sarana, dan prasarana dalam menghadapi potensi bencana di wilayah masing-masing.

“BNPB juga meminta pemerintah daerah untuk memastikan kesiapsiagaan personel, sarana, dan prasarana dalam menghadapi potensi bencana di wilayah masing-masing,” kata Berton.