
KAKINEWS, HSS — Deru kayuhan dan teriakan penyemangat memenuhi kawasan Pelabuhan LLSAD Daha Selatan, Minggu (30/8/2026). Sebanyak 21 tim turun ke lintasan sepanjang 500 meter untuk memperebutkan gelar juara pada Lomba Perahu Naga dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Di balik persaingan menuju garis finis, kompetisi tersebut membawa pesan yang lebih jauh: memberi ruang bagi generasi muda Hulu Sungai Selatan (HSS) untuk mengenal atmosfer pertandingan sekaligus menyiapkan regenerasi atlet daerah.
Bupati HSS H. Syafrudin Noor, S.E., S.Sos., yang pada kesempatan tersebut diwakili Wakil Bupati HSS H. Suriani, S.Sos., M.AP., hadir menyaksikan langsung jalannya pertandingan hingga babak final.
Bagi pemerintah daerah, olahraga tidak semata-mata tentang memenangkan pertandingan. Setiap kompetisi merupakan kesempatan bagi atlet untuk menguji kemampuan, membangun mental bertanding, sekaligus menemukan potensi-potensi baru yang dapat dikembangkan lebih lanjut.
Hal itu terlihat dari keterlibatan atlet muda dalam lomba. Setiap tim lokal diwajibkan menyertakan sedikitnya empat atlet berusia di bawah 18 tahun. Ketentuan tersebut menjadi bagian dari upaya membuka kesempatan bagi generasi muda untuk terlibat langsung dan mendapatkan pengalaman bertanding sejak dini.

“Jangan cepat puas dengan apa yang sudah diraih. Terus berlatih, tingkatkan kemampuan dan kekompakan. Mudah-mudahan dari HSS lahir atlet-atlet yang mampu berprestasi tidak hanya di tingkat provinsi dan nasional, tetapi juga membawa nama daerah hingga tingkat internasional,” pesan H. Suriani.
Menurutnya, prestasi tidak lahir secara instan. Dibutuhkan latihan yang konsisten, kedisiplinan, kekompakan, serta keberanian untuk terus mengikuti kompetisi dan belajar dari setiap pertandingan.
Nilai tersebut sangat terasa dalam lomba perahu naga. Setiap anggota tim tidak hanya dituntut memiliki kemampuan fisik, tetapi juga harus mampu menjaga irama kayuhan dan bergerak dalam satu kesatuan. Satu kayuhan yang tidak seirama dapat memengaruhi laju seluruh tim.
Karena itu, perlombaan ini sekaligus menjadi ruang untuk menanamkan nilai kerja sama, sportivitas dan semangat pantang menyerah kepada generasi muda.
Lomba Perahu Naga tingkat Kabupaten HSS diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten HSS melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) HSS. Lintasan sepanjang 500 meter tersebut berakhir di depan dermaga Pelabuhan LLSAD, menghadirkan persaingan antartim dari wilayah Daha.
Setelah melalui rangkaian pertandingan, Desa Tambak Bitin keluar sebagai juara pertama. Posisi kedua ditempati Desa Sungai Pinang, disusul Desa Bayanan sebagai juara ketiga.
Sementara itu, Juara Harapan I diraih Desa Penggandingan, Juara Harapan II Desa Pekapuran Kecil, dan Juara Harapan III Desa Samuda.
Usai pertandingan, Wakil Bupati HSS menyerahkan piala dan uang pembinaan secara simbolis kepada para pemenang. Apresiasi juga diberikan kepada seluruh peserta yang telah ambil bagian dalam kompetisi tersebut.
Turut menyaksikan pertandingan, Wakil Ketua I DPRD HSS dari Daerah Pemilihan Daha H. Husnan, S.Ag., Kepala Disporapar HSS sekaligus Ketua Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) HSS Dody Puriyandhani, S.E., M.M., jajaran camat se-Wilayah Daha, serta para official dan manajer tim.
Bagi para atlet, garis finis mungkin menjadi penanda berakhirnya perlombaan. Namun bagi pembinaan olahraga daerah, setiap kompetisi justru menjadi awal untuk melangkah lebih jauh.
Dari sungai, kekompakan dan semangat bertanding terus ditempa. Dari kompetisi lokal, potensi atlet diharapkan tumbuh hingga mampu bersaing di tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional.
Dan dari setiap kayuhan yang dilakukan bersama, HSS terus menyiapkan generasi yang tidak hanya kuat dalam bertanding, tetapi juga mampu bekerja sama dan berjuang untuk mencapai prestasi.





