
KAKINEWS.ID Amuntai — Satuan Tugas (Satgas) BBM melakukan pemeriksaan mendadak ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU SPBU di Hulu Sungai Utara, Rabu (23/9).
Langkah dilakukan untuk menjamin stok BBM subsidi tersalurkan tepat sasaran dan memberantas praktik pelanggaran yang memicu kelangkaan.
Tim gabungan dipimpin Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda HSU, Fahrudin, menemukan pelanggaran berulang keluar masuk SPBU.
Modusnya antara lain pembelian Pertalite menggunakan jerigen, serta pembelian berulang di beberapa SPBU berbeda yang diduga sebagai praktik pelangsiran.
“Kami temukan sejumlah modus aksi di lapangan. Saat ini kami berikan peringatan terlebih dahulu. Jika tidak dipatuhi, kami tidak segan mengambil tindakan tegas tahap selanjutnya,” tegas Fahrudin.

Pembentukan Satgas BBM merujuk pada Surat Keputusan Bupati HSU dan arahan langsung pimpinan daerah sebagai respons atas kondisi riil yang dirasakan warga.
Satgas BBM memperkuat koordinasi bersama Polres HSU, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta instansi terkait untuk mengawal distribusi.
Dari kepolisian, AKP Agus Murti Widodo menegaskan, penindakan hukum siap dijatuhkan jika ditemukan indikasi pidana penyelewengan.
“Kami tidak akan tinggal diam terhadap oknum SPBU maupun pelangsir yang merugikan masyarakat luas,” katanya disela kegiatan.
Pemkab HSU mengharapkan pengawasan ketat ini mengembalikan ketertiban pasokan sehingga Pertalite dapat dinikmati warga yang benar-benar membutuhkannya.






