
JAKARTA, KAKINEWS.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan pada perdagangan Kamis, 24 September 2026. Indeks ditutup turun 1,20 persen ke level 6.298,61, seiring melemahnya sejumlah saham perbankan dan emiten yang terafiliasi dengan kelompok usaha besar.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 198 saham menguat, sementara 487 saham melemah dan 278 saham lainnya stagnan.
Tekanan terlihat pada sejumlah saham perbankan berkapitalisasi besar. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) terkoreksi 2,86 persen menjadi Rp4.070. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) turun 1,95 persen ke Rp3.520.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) melemah 1,57 persen menjadi Rp3.140, sedangkan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) turun 1,19 persen ke level Rp6.225.
Pelemahan juga terjadi pada sejumlah saham yang terafiliasi dengan kelompok usaha besar. PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) turun 3,70 persen menjadi Rp1.560. PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA) terkoreksi 4,72 persen ke Rp605, sementara PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) turun 0,96 persen menjadi Rp3.100.

Saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) melemah 2,08 persen ke Rp940. PT Petrosea Tbk. (PTRO) turun 0,46 persen menjadi Rp5.375, sedangkan PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) terkoreksi 2,67 persen ke Rp1.820.
Tekanan juga membayangi sejumlah saham yang terafiliasi dengan kelompok usaha Adaro. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) turun 1,54 persen menjadi Rp2.560. PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) melemah 1,60 persen ke Rp1.535 dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) turun 1,11 persen ke Rp11.150.
Sejumlah saham yang terafiliasi dengan kelompok usaha Happy Hapsoro juga bergerak turun. PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. (BUVA) terkoreksi 4,32 persen menjadi Rp665. PT Sanurhasta Mitra Tbk. (MINA) turun 3,33 persen ke Rp232.
Kemudian PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA) melemah 2,82 persen menjadi Rp690 dan PT Raharja Energi Cepu Tbk. (RATU) turun 1,92 persen ke Rp4.090.
Di tengah tekanan tersebut, Tim Analis MNC Sekuritas memproyeksikan IHSG masih berpotensi menguji area 6.208–6.258. Proyeksi tersebut disampaikan dalam riset harian MNC Sekuritas pada Kamis, 24 September 2026.
Dalam riset tersebut, area penguatan berikutnya disebut berada pada level 6.387–6.418. Sementara itu, level support IHSG berada di 6.267 dan 6.108, sedangkan resistance berada di kisaran 6.440 dan 6.535.
Pergerakan IHSG pada perdagangan berikutnya akan menjadi perhatian investor setelah indeks mengalami tekanan cukup luas pada perdagangan Kamis.








