KAKINEWS.ID, JAKARTA — Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), Daryono, mengatakan fenomena El Niño bukan penyebab langsung kebakaran hutan dan lahan (karhutla), melainkan menjadi faktor yang memperkuat kondisi sehingga kebakaran lebih mudah terjadi dan meluas.

Daryono menjelaskan, berdasarkan sains iklim dan kebencanaan, El Niño dapat menekan curah hujan, memperpanjang hari tanpa hujan, serta mengeringkan vegetasi dan lahan gambut. Kondisi tersebut membuat lingkungan menjadi lebih mudah terbakar.

“El Niño bukan penyebab langsung karhutla, melainkan faktor penguat yang membuat kebakaran jauh lebih mudah terjadi dan meluas,” kata Daryono.

Menurutnya, sumber penyalaan api pada umumnya berasal dari aktivitas manusia. Di antaranya pembukaan atau pembersihan lahan dengan cara membakar, api yang lepas kendali, maupun kelalaian.

Karena itu, Daryono menilai karhutla di Indonesia tidak tepat jika disebut sebagai bencana alam murni yang disebabkan oleh El Niño.

“Secara sederhana, manusia menyediakan ‘korek api’, sementara El Niño membuat ‘bahan bakarnya’, seperti halnya bensin yang tumpah di lantai,” ujarnya.

Daryono mengatakan besarnya pengaruh faktor manusia dan El Niño terhadap karhutla tidak dapat dinyatakan dalam satu angka persentase yang berlaku secara nasional.

Hal tersebut karena kontribusi masing-masing faktor dapat berbeda, bergantung pada karakteristik wilayah dan kejadian karhutla yang terjadi.

Ia menekankan, kondisi cuaca dan iklim yang kering akibat El Niño perlu dipandang sebagai faktor yang meningkatkan kerentanan terhadap kebakaran. Sementara itu, pencegahan sumber api dari aktivitas manusia menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi risiko karhutla.