
KAKINEWS.ID, MARTAPURA – Pembangunan Jembatan Merah Putih di Desa Sungai Tuan Ilir, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar, akhirnya rampung. Infrastruktur yang dikerjakan selama kurang lebih empat hingga lima bulan tersebut diresmikan Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, Rabu (4/11/2026).
Peresmian jembatan ini menjadi bagian dari program pembangunan infrastruktur untuk membantu meningkatkan aksesibilitas masyarakat, khususnya di wilayah yang membutuhkan sarana penyeberangan.
Pembangunan tersebut terlaksana berkat kolaborasi antara Polda Kalimantan Selatan, Pemerintah Kabupaten Banjar, serta dukungan masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Kapolda Kalsel menyampaikan apresiasi kepada Bupati Banjar, Ketua DPRD Kabupaten Banjar, dan seluruh warga yang telah berkontribusi hingga pembangunan jembatan dapat diselesaikan.
“Ini merupakan kolaborasi dan bantuan dari Bapak Bupati Banjar. Saya mengucapkan terima kasih kepada Bupati Banjar, Ketua DPRD Kabupaten Banjar, serta seluruh warga atas dukungan dan partisipasinya sehingga jembatan ini bisa kita selesaikan,” ujar Yudha.

Selain peresmian, kegiatan tersebut juga diisi dengan program Polri untuk Masyarakat sebagai wadah komunikasi antara kepolisian dan warga.
Sejumlah kepala desa dan unsur masyarakat memanfaatkan kesempatan itu untuk menyampaikan aspirasi, mulai dari persoalan pelayanan kepolisian hingga berbagai kebutuhan yang memerlukan koordinasi dengan pemerintah daerah.
Yudha mengatakan, setiap masukan masyarakat akan menjadi perhatian dan ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan pemerintah daerah, baik tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin lebih dekat dengan masyarakat sekaligus menyerap aspirasi yang disampaikan. Nantinya, masukan tersebut akan kami tindak lanjuti dan koordinasikan dengan pemerintah daerah,” jelasnya.
Kapolda juga membeberkan perkembangan program pembangunan Jembatan Merah Putih di Kalimantan Selatan. Hingga saat ini, Polda Kalsel telah meresmikan sekitar 36 jembatan. Pembangunan serupa juga dilaksanakan oleh jajaran polres di berbagai kabupaten dan kota.
Program tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden pada awal Januari 2026 kepada TNI dan Polri untuk membantu pembangunan maupun perbaikan jembatan yang menjadi kebutuhan masyarakat.
Menurut Yudha, pembangunan disesuaikan dengan kondisi geografis dan kebutuhan masing-masing wilayah. Bahkan, terdapat jembatan dengan bentang sekitar 30 meter atau lebih di wilayah Tabanio, termasuk pembangunan jembatan gantung di sejumlah lokasi.
Ke depan, program tersebut juga akan diarahkan untuk memperbaiki dan merenovasi jembatan yang mengalami kerusakan. Terutama infrastruktur penyeberangan yang menjadi akses penting bagi masyarakat, termasuk anak-anak sekolah.
Dalam kegiatan itu, masyarakat turut menyampaikan persoalan banjir yang terjadi di wilayah Kelampayan Hulu.
Menanggapi aspirasi tersebut, Yudha menyatakan kepolisian siap berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk melihat kemungkinan dukungan dalam penanganannya.
“Kami dari kepolisian akan berkoordinasi untuk melihat bagian mana yang bisa dibantu. Jika memang diperlukan, kami siap mengerahkan sumber daya yang dimiliki, baik personel maupun peralatan,” pungkasnya.
Melalui program tersebut, Polda Kalsel berharap keberadaan infrastruktur yang dibangun dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan warga.









