JAKARTA, KAKINEWS.ID – Cina menjadi negara dengan tujuan ekspor non minyak dan gas (migas) terbesar Indonesia di sepanjang Januari sampai September 2026.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) dalam keteranganya di Jakarta, Senin 2 November 2026, Amerika Serikat dan India menyusul setelah Cina.

Ekspor ketiga negra tersebut memberi kontribusi 44,55 persen dari total ekspor non-migas Indonesia.

Cina tercatat menjadi pasar ekspor sebesar 25,52 persen atau 54,17 miliar dolar AS. Ekspor tersebut didominasi besi dan baja yang bernilai 14,24 miliar dolar AS dengan pangsa 26,29 persen disusul nikel 8,25 miliar dolar AS.

Ekspor bahan bakar mineral ke Cina 7,63 miliar dolar AS dengan pangsa sebesar 14,1 persen.

Nilai ekspor non-migas ke Amerika Serikat 25,39 miliar dolar AS yang didominasi oleh mesin dan perlengkapan elektrik.

Ekspor mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya ini adalah 4,03 miliar dlar AS setara 15,8 persen dari total keseluruhan ekspor.

Ekspor pakaian dan akesesorinya  serta alas kaki tercatat masing-masing 2,27 miliar dolar AS dan 2,22 miliar dolar AS yang masing-masing berkontribusi terhadap 8,97 persen dan 8,76 persen terhadap total ekspor Indonesia ke Amerika.

Nilai ekspor non-migas ke India 15 miliar dolar terutama didominasi oleh bahan bakal mineral ini HS27 dengan share-nya 31,50 persen naik 14,85 persen.

Nilai ekspor bahan bakar mineral ke India mencapai 4,72 miliar dolar AS.

Ekspor lemak dan minyak hewani/nabati ke India sepanjang Januari sampai September 2026 mencapai 2,95 miliar dolar AS dengan pangsa 19,68 persen.

Ekspor mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya 1,38 miliar dolar AS dengan pangsa 9,25 persen.***

Sumber: bloombergtechnoz