KAKINEWS.ID, BANJARMASIN – Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin membantah anggapan bahwa minimnya jumlah peserta didik di sejumlah sekolah negeri pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 disebabkan kalah bersaing dengan sekolah swasta.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Ryan Utama, mengatakan hasil analisis sementara menunjukkan faktor utama penyebab sepinya peminat adalah perubahan persebaran penduduk di Kota Banjarmasin.

“Bukan berarti sekolah negeri kalah bersaing. Analisa sederhana kami, ini lebih kepada perubahan demografi penduduk di Kota Banjarmasin,” ujarnya.

Ryan menjelaskan, kawasan permukiman yang sebelumnya terkonsentrasi di wilayah Banjarmasin Tengah, Barat, dan Timur kini bergeser ke Banjarmasin Utara dan Selatan. Perkembangan kawasan perumahan baru ikut mengubah sebaran anak usia sekolah sehingga berdampak pada jumlah pendaftar di masing-masing sekolah.

“Dulu pusat permukiman banyak berada di Banjarmasin Tengah, Barat, dan Timur. Sekarang masyarakat banyak yang tinggal di Utara dan Selatan karena perkembangan perumahan cukup masif. Itu tentu memengaruhi jumlah anak usia sekolah di masing-masing wilayah,” jelasnya.

Selain faktor demografi, Ryan mengakui masyarakat kini memiliki lebih banyak pilihan dalam menentukan sekolah bagi anak. Kehadiran sekolah swasta dengan berbagai program unggulan turut memengaruhi preferensi orang tua.

“Sekarang pilihan sekolah semakin banyak dan orang tua juga memiliki pertimbangan sendiri dalam menentukan sekolah anaknya. Kita tidak bisa memaksakan mereka harus memilih sekolah negeri,” katanya.

Meski demikian, Dinas Pendidikan memastikan akan terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan SPMB agar pemerataan peserta didik di sekolah negeri dapat berjalan lebih baik pada tahun-tahun mendatang.