KAKINEWS.ID, BANJARMASIN – Rencana Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin melakukan regrouping atau penggabungan sejumlah sekolah dasar mulai memunculkan kekhawatiran di kalangan tenaga pendidik. Guru mulai waswas terhadap dampak kebijakan tersebut, terutama terkait pembagian jam mengajar dan kualitas pembelajaran.

Salah satu sekolah yang terdampak yakni SDN Pengambangan 9 Banjarmasin. Kepala sekolah setempat, Ahmad Mujahid, mengakui regrouping berpotensi menimbulkan efek domino terhadap tenaga pengajar di sekolahnya.

“Jadi pasti ada dampaknya, terutama pada kualitas dan jam mengajar. Tapi kami serahkan sepenuhnya kepada kebijakan Disdik,” ujarnya.

Saat ini SDN Pengambangan 9 memiliki sekitar 206 siswa dengan 16 tenaga pendidik yang terdiri dari guru PNS, PPPK hingga honorer. Dengan adanya penggabungan sekolah, distribusi jam mengajar diperkirakan akan berubah cukup signifikan.

Kekhawatiran tersebut juga berkaitan dengan penerapan Permendikdasmen Nomor 11 Tahun 2025 yang mulai berlaku tahun depan. Regulasi itu mewajibkan guru memenuhi beban kerja selama 37 jam 30 menit per minggu yang mencakup kegiatan tatap muka, perencanaan hingga evaluasi pembelajaran.

Dengan regrouping sekolah, intensitas tatap muka guru diprediksi berkurang sehingga penataan ulang beban kerja menjadi tantangan tersendiri bagi dunia pendidikan di Banjarmasin.