MARTAPURA, KAKINEWS.ID – Kebutuhan peralatan dan armada pendukung menjadi perhatian relawan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Setelah hampir empat bulan berjibaku di lapangan, sejumlah peralatan relawan dilaporkan mengalami kerusakan dan membutuhkan penggantian, Senin (26/10/2026).

Ketua Buser 690 Banjar, M Hasan Hamdan, menyampaikan sejumlah usulan tersebut seusai mengikuti rapat koordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Banjar, yang membahas evaluasi penanganan karhutla sekaligus kebutuhan relawan di lapangan.

Hasan mengungkapkan, pihaknya telah mengusulkan sejumlah peralatan untuk menunjang kegiatan pemadaman. Usulan itu disampaikan karena relawan telah bekerja dalam waktu panjang dengan intensitas penanganan yang cukup tinggi.

“Kami sudah mengusulkan beberapa item barang, terutama peralatan untuk membantu meringankan kawan-kawan di lapangan. Kita tahu mereka sudah berjibaku hampir empat bulan, sehingga banyak peralatan yang rusak,” ujarnya.

Menurut Hasan, pemenuhan kebutuhan tersebut penting agar relawan dapat terus menjalankan tugas secara optimal. Ia berharap usulan yang telah disampaikan bisa segera direalisasikan oleh pemerintah daerah.

Selain peralatan pemadaman, Buser 690 Banjar juga mengusulkan penambahan unit mobil tangki air untuk ditempatkan di sejumlah kecamatan yang rawan terjadi kebakaran.

Usulan itu muncul berdasarkan hasil diskusi dengan para relawan yang selama ini terlibat langsung dalam penanganan karhutla. Beberapa kecamatan dinilai masih membutuhkan dukungan armada untuk memperkuat upaya pemadaman.

“Kami juga sudah menyampaikan kepada BPBD agar pengadaan unit tangki bisa ditambahkan dan ditempatkan di beberapa kecamatan yang membutuhkan. Mudah-mudahan usulan ini bisa direalisasikan,” kata Hasan.

Ia berharap penambahan mobil tangki dapat membantu mempercepat distribusi air ke lokasi kebakaran, sehingga penanganan titik api bisa dilakukan lebih efektif.

Operasional Relawan Jadi Perhatian

Dalam rapat koordinasi tersebut, Buser 690 Banjar turut menyampaikan sejumlah kendala operasional yang dihadapi relawan. Kebutuhan itu meliputi peralatan, bahan bakar minyak (BBM), serta biaya operasional selama menjalankan tugas di lapangan.

Hasan menyebutkan, dukungan melalui dana Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk operasional relawan telah berjalan sekitar 10 hari hingga hampir dua pekan.

Sementara itu, selama menjalankan tugas, relawan juga mendapatkan dukungan moral dan bantuan dari berbagai pihak yang peduli terhadap upaya penanganan karhutla di Kabupaten Banjar.

Menurutnya, dukungan operasional perlu terus diperhatikan agar relawan dapat bekerja dengan lebih baik, terutama ketika menghadapi kebakaran yang membutuhkan penanganan berkelanjutan.

Apresiasi Dukungan Masyarakat

Hasan juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu memperjuangkan kebutuhan penanganan karhutla, khususnya masyarakat yang aktif menyuarakan persoalan tersebut melalui media sosial.

Ia menilai perhatian masyarakat turut membantu mendorong persoalan karhutla di Kabupaten Banjar menjadi perhatian lebih luas.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu memperjuangkan ini, terutama masyarakat yang sudah beribu-ribu memberikan komentar di media sosial, sehingga persoalan ini mendapat perhatian khusus dan bantuan yang diterima lebih besar dibandingkan sejumlah kabupaten/kota lainnya,” ungkapnya.

Hasan berharap dukungan yang telah diberikan dapat diikuti dengan pemenuhan kebutuhan relawan, mulai dari peralatan pemadaman, armada tangki air, hingga biaya operasional.

Dengan dukungan tersebut, relawan diharapkan dapat menjalankan tugas secara lebih maksimal dalam menghadapi ancaman karhutla di Kabupaten Banjar.