
Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta (Foto: Ist)
Kakinews.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Selasa (13/1/2026) di zona hijau. Pada pembukaan pukul 09.01 WIB, IHSG tercatat naik 46,51 poin atau 0,52 persen ke posisi 8.931.
Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan aktivitas transaksi pagi ini cukup aktif. Volume perdagangan mencapai 4,55 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp2,58 triliun dan frekuensi transaksi sebanyak 331.649 kali. Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, 354 saham bergerak naik, 160 saham terkoreksi, sementara 166 saham lainnya stagnan.
Meski dibuka menguat, BRI Danareksa Sekuritas menilai pergerakan IHSG masih dibayangi kehati-hatian pelaku pasar. Aksi ambil untung, ketegangan geopolitik global, serta tekanan terhadap nilai tukar rupiah dinilai menjadi faktor yang membatasi penguatan indeks.
Secara teknikal, BRI Danareksa menyebut IHSG masih memiliki peluang untuk rebound dengan area support di kisaran 8.715–8.778 dan resistance terdekat pada rentang 8.950–8.990.

Ke depan, pelaku pasar diperkirakan akan terus mencermati pergerakan rupiah dan berbagai sentimen eksternal, termasuk potensi eskalasi konflik Amerika Serikat dengan Venezuela dan Iran, serta rilis data ekonomi global seperti neraca perdagangan China dan data penjualan ritel Amerika Serikat. Untuk perdagangan hari ini, saham pilihan BRI Danareksa Sekuritas adalah ANTM, TRUE, dan NCKL.
Sementara itu, riset Phintraco Sekuritas menyoroti kegagalan IHSG bertahan di atas level psikologis 9.000 yang memicu aksi profit taking, terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar. Kondisi tersebut juga dinilai sebagai bentuk antisipasi pasar terhadap rencana pengumuman kebijakan baru MSCI terkait perhitungan free float.
Aksi ambil untung yang masif sempat memicu panic selling sehingga IHSG tertekan hingga ke level 8.715 sebelum kembali membaik, meski masih berada di area negatif. Penutupan IHSG di bawah MA5, ditambah indikator MACD dan Stochastic RSI yang melemah, mengindikasikan potensi koreksi lanjutan dengan dukungan volume jual.
Phintraco memperkirakan IHSG bergerak cenderung sideways dengan bias melemah dan berpeluang menguji area support 8.725–8.800. Saham unggulan versi Phintraco antara lain TLKM, KLBF, ASII, BTPS, dan MBMA.
Di sisi lain, CGS International Sekuritas Indonesia menilai penguatan bursa Wall Street serta kenaikan harga sejumlah komoditas seperti minyak mentah, CPO, nikel, timah, emas, dan tembaga berpotensi menjadi sentimen positif bagi pasar saham domestik. Namun, sikap wait and see terhadap hasil konsultasi MSCI serta kekhawatiran defisit APBN yang berpeluang menembus 3 persen dinilai dapat menjadi tekanan tersendiri.
CGS memperkirakan IHSG bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah, dengan kisaran support 8.765–8.645 dan resistance di rentang 9.005–9.125. Rekomendasi saham CGS meliputi MEDC, TLKM, MDKA, BRMS, ANTM, dan AKRA.
Adapun Panin Sekuritas memproyeksikan IHSG berpotensi menguat, ditopang oleh tensi politik yang relatif kondusif, pergerakan harga komoditas yang masih positif, serta aliran dana asing yang tetap masuk. Saham pilihan Panin Sekuritas untuk hari ini adalah PSAB, TLKM, dan BREN.








Tinggalkan Balasan