Layar monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta (Foto: Dok Kakinews.id/Antara)

Kakinews.id – Pada perdagangan sepekan terakhir hingga Rabu (14/1/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bertahan di zona hijau. Indeks ditutup menguat 0,94% ke level 9.032,58, mencerminkan optimisme pelaku pasar yang masih terjaga di tengah dinamika global.

Penguatan IHSG terutama ditopang oleh kinerja solid sejumlah sektor utama. Sektor konsumen non primer mencatat lonjakan tertinggi sebesar 3,21%, disusul sektor infrastruktur yang menguat 2,21%, serta sektor perindustrian yang naik 1,97%. Kenaikan sektoral ini menjadi motor utama laju IHSG sepanjang perdagangan.

Aktivitas transaksi di pasar saham juga tergolong ramai. Total volume perdagangan mencapai 64,37 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp29,3 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 3,43 juta kali transaksi, menunjukkan tingginya minat investor dalam memanfaatkan momentum pasar.

Dari sisi pergerakan saham, mayoritas emiten berakhir di zona positif. Sebanyak 440 saham mencatatkan penguatan, sementara 240 saham melemah. Adapun 128 saham lainnya bergerak stagnan tanpa perubahan harga.

Dengan tren penguatan IHSG yang masih terjaga, sejumlah saham dinilai berpeluang melanjutkan reli pada perdagangan Kamis (15/1/2026). Sejumlah broker telah merilis saham-saham pilihan yang layak dicermati oleh investor sebagai referensi strategi perdagangan harian.

Rekomendasi saham hari ini dari sejumlah broker antara lain:

BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan BRMS, TEBE, dan FOLK.
BNI Sekuritas menjagokan INDY, INCO, MBMA, ADRO, NCKL, serta KIJA.
Phillip Sekuritas memilih CMNP dan CTRA.
MNC Sekuritas merekomendasikan BREN, PGEO, dan WIIM.
CGS International Sekuritas menempatkan BUMI, RAJA, PTRO, EXCL, BRMS, serta HRTA sebagai saham unggulan.
Phintraco Sekuritas merekomendasikan BMRI, BBTN, PSAB, dan SSIA.
Panin Sekuritas memilih BMRI, BRMS, serta BBTN.
Sementara Mirae Asset Sekuritas menjagokan BBRI, BRMS, dan GJTL.

Meski demikian, investor tetap diimbau mencermati risiko pasar dan menyesuaikan strategi investasi dengan profil risiko masing-masing.