KAKINEWS.ID, Jakarta: Konsumsi kopi sebanyak dua hingga tiga cangkir atau lebih setiap hari tidak menunjukkan hubungan signifikan dengan peningkatan risiko gangguan glukosa darah puasa maupun diabetes tipe 2 dalam pemantauan selama 10 tahun.

Temuan tersebut berasal dari penelitian Fosca Quarti-Trevano, Raffaella Dell’Oro, Pasquale Ambrosino, Cesare Cuspidi, Rita Facchetti, dan Guido Grassi terhadap 1.158 orang dewasa sehat yang menjadi bagian dari studi PAMELA di Italia.

Peneliti membandingkan kelompok yang mengonsumsi sedikitnya dua hingga tiga cangkir kopi per hari dengan kelompok yang tidak mengonsumsi kopi.

Hasil pengamatan selama 10 tahun menunjukkan risiko munculnya gangguan glukosa darah puasa baru dan diabetes mellitus baru relatif serupa pada kedua kelompok.

Dalam kesimpulannya, tim peneliti menyatakan, “Konsumsi kopi secara kronis memiliki dampak jangka panjang yang netral terhadap metabolisme glukosa pada populasi umum.”

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nutrition, Metabolism and Cardiovascular Diseases tersebut juga menemukan bahwa pada pemeriksaan awal, kadar glukosa puasa dan kejadian gangguan glukosa darah puasa tidak berbeda secara signifikan antara konsumen kopi dan non-konsumen.

Meski demikian, hasil penelitian tidak berarti kopi dapat mencegah diabetes. Penelitian ini terutama menunjukkan tidak adanya dampak diabetogenik maupun antidiabetogenik yang signifikan dari konsumsi kopi dalam populasi yang diteliti.
Artikel penelitian tersebut diterbitkan secara daring pada 31 Agustus 2026 dan berstatus open access.