
KAKINEWS – KPK kembali mengorek jejak dugaan suap ijon proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi. Kali ini, penyidik memanggil pihak legal dari Lippo Cikarang bernama Ruri untuk diperiksa sebagai saksi dalam perkara yang menjerat Bupati Bekasi nonaktif, Ade Kuswara Kunang.
Tak hanya itu, KPK juga memanggil Ida Farida, mantan Penjabat Sekretaris Daerah Pemkab Bekasi yang kini berstatus PNS. Pemanggilan dua nama ini dinilai menjadi sinyal bahwa penyidik tengah menelusuri lebih jauh relasi proyek, aliran dana, hingga dugaan aset yang berkaitan dengan tersangka.
“Pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta,” ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, Selasa (14/4/2026).
Kasus ini diduga bukan sekadar perkara suap biasa. Penyidik disebut sedang membedah pola permainan “ijon proyek”, praktik lancung di mana komitmen fee diduga dibayar di muka sebelum proyek digarap. Modus seperti ini kerap menjadi pintu masuk bancakan anggaran dan pengaturan pemenang proyek.
Sebelumnya, nama Lippo Cikarang ikut terseret dalam pemberitaan setelah salah satu karyawannya dipanggil KPK. Namun manajemen buru-buru memberi klarifikasi dan menegaskan bahwa pemanggilan tersebut murni dalam kapasitas saksi.

“Pemanggilan tersebut dilakukan dalam kapasitas sebagai saksi terkait proses pengumpulan informasi oleh KPK,” tulis manajemen Lippo Cikarang dalam hak jawab tertulis.
Perusahaan juga menyatakan menghormati proses hukum dan mengaku kooperatif terhadap kebutuhan penyidik. Lippo Cikarang menegaskan tidak memiliki keterkaitan dengan perkara korupsi yang sedang diusut.
“Kami menegaskan bahwa perusahaan tidak terkait dengan perkara yang sedang diselidiki,” tegas manajemen.
Terkait transaksi properti yang sempat disorot, pihak perusahaan menyebut hal itu merupakan transaksi komersial biasa yang berjalan sesuai prosedur. Unit yang dimaksud diklaim telah dibatalkan dan kembali dipasarkan secara normal.
Meski demikian, pemanggilan pihak swasta dan pejabat birokrasi dalam satu rangkaian pemeriksaan menunjukkan bahwa KPK sedang merangkai puzzle besar kasus ini. Publik kini menunggu, apakah pengusutan akan berhenti pada penerima suap atau merembet ke pihak pemberi, broker proyek, hingga penikmat hasil korupsi di balik layar.








Tinggalkan Balasan