Pemilik KM Virgo Transport 8, memalui Kuasa Hukumnya Achmad Rusdiannor angkat bicara, terkait adanya isu bahwa kru kapal lebih dulu menggunakan sekoci dan mengenakan jaket keselamatan dibandingkan penumpang. Ia menyebut proses penyelamatan berlangsung bersamaan karena kondisi kapal berubah sangat cepat.

“Masalah sekoci kenapa seolah-olah lebih dulu awak kapal, sebenarnya tidak. Itu bersama-sama waktu itu. Jadi bersama-sama penyelamatannya, bukan ada saling mendahului,” ujarnya, Kamis (17/9/2026).

Waktu untuk melakukan penyelamatan sangat singkat, lanjutnya. Kapal langsung terbalik dalam hitungan sekitar lima menit.

“Mohon maaf, kejadiannya kan begitu cepat. Dalam waktu lima menit kapal sudah langsung terbalik,” katanya.

Achmad menyampaikan permohonan maaf dan duka cita kepada para korban serta keluarga penumpang KM Virgo Transport 8. Ia mengatakan pihak pemilik kapal akan mengikuti proses hukum dan investigasi yang sedang berjalan.

Sementara itu, terkait isu alarm kapal tidak berbunyi saat kondisi darurat, Achmad Rusdiannor membantah informasi tersebut. Menurutnya, alarm kapal sebenarnya berbunyi saat kejadian. Namun, ada kemungkinan sebagian penumpang tidak mendengarnya karena sudah berada di luar posisi kapal.

“Soal alarm yang tidak berbunyi, sebenarnya sudah ditemukan bahwa pada saat bencana itu alarm berbunyi,” imbuhnya.

DIa mengatakan, informasi tersebut nantinya tetap akan diuji melalui proses investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

“Statement daripada salah satu korban yang menyatakan tidak berbunyi, kemungkinan karena beliau sudah di luar posisinya, jadi tidak mendengar bunyi itu,” katanya.

Achmad meminta masyarakat menunggu hasil investigasi KNKT sebelum menarik kesimpulan mengenai penyebab maupun kondisi kapal saat kejadian.

“Biarlah pihak KNKT yang nanti membuktikan, berbunyi atau tidak. Masyarakat ataupun khalayak bisa bersabar menunggu keputusan KNKT,” ujarnya.

KM Virgo Transport 8, membawa 243 penumpang berangkat dari Pelabuhan Tanjung Peral Surabaya menuju Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, sebanyak 108 orang dinyatakan selamat, 6 orang ditemukan meninggal dunia, dan 129 lainnya masih dalam pencarian.