Jakarta, Kakinews – Menteri Sosial Saifullah Yusuf memastikan pengadaan barang untuk program Sekolah Rakyat dilakukan secara transparan dan sesuai aturan. Untuk memperkuat pengawasan, Kemensos bahkan berencana meminta masukan langsung dari pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi terkait proses pengadaan tersebut.

Ditemui usai konferensi pers di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Jakarta, Rabu (7/5/2026), Saifullah Yusuf mengatakan dirinya telah meminta waktu untuk melakukan audiensi dengan pimpinan KPK pada Kamis (8/5/2026).

“Saya yang minta waktu karena itu ada, katakanlah, menurut saya pendapat yang patut didengarkan dari KPK,” ujar Mensos.

Menurutnya, pertemuan tersebut penting untuk memaparkan seluruh data dan proses pengadaan barang bagi operasional Sekolah Rakyat, termasuk polemik pengadaan sepatu siswa yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial.

Mensos menegaskan, seluruh masukan dari KPK akan menjadi bahan evaluasi agar proses pengadaan berjalan semakin baik dan akuntabel.

“Pendapatnya KPK sangat kami dengarkan dan kami akan tindak lanjuti supaya lebih tahu,” katanya.

Ia juga memastikan seluruh tahapan pengadaan dilakukan berdasarkan aturan perundang-undangan, mulai dari survei pasar hingga konsultasi penetapan harga barang.

Khusus pengadaan sepatu, setiap siswa Sekolah Rakyat mendapatkan empat pasang sepatu, yakni sepatu harian, sepatu olahraga, sepatu Pakaian Dinas Harian (PDH), dan sepatu Pakaian Dinas Lapangan (PDL).

Berdasarkan data realisasi yang dipaparkan Kemensos, harga sepatu PDL memiliki pagu sebesar Rp700 ribu dengan nilai realisasi lelang Rp640 ribu. Sementara sepatu harian untuk jenjang SMP dan SMA terealisasi Rp300 ribu dari pagu Rp500 ribu, sedangkan untuk jenjang SD sebesar Rp250 ribu.

Sebelumnya, media sosial ramai memperbincangkan dugaan harga sepatu siswa Sekolah Rakyat yang disebut jauh lebih murah dibanding pagu anggaran yang ditetapkan Kemensos.

Menanggapi hal itu, Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa foto sepatu yang beredar merupakan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur saat dirinya bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan bantuan kepada siswa Sekolah Rakyat.

Ia menegaskan sepatu dalam foto tersebut bukan berasal dari pengadaan Kementerian Sosial.