KAKINEWS.ID, BANJARMASIN — Pemerintah Kota Banjarmasin mulai menata kawasan tepian Sungai Martapura setelah proses pemindahan tongkang yang sebelumnya berada di depan Balai Kota selesai dilakukan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mempercantik wajah kota sekaligus mengembalikan fungsi kawasan sungai sebagai ruang publik yang tertata.

Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin, mengatakan penataan kawasan sungai akan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan sejumlah instansi terkait. Menurutnya, keberadaan tongkang di lokasi sebelumnya dinilai mengganggu estetika kawasan pusat pemerintahan.

“Setelah tongkang dipindahkan, kawasan ini tentu harus ditata lebih baik agar terlihat lebih rapi dan nyaman bagi masyarakat,” ujar Yamin.

Ia menegaskan, pemerintah kota tidak hanya fokus pada aspek keindahan kota, namun juga memperhatikan aktivitas ekonomi masyarakat yang sebelumnya berada di sekitar tongkang tersebut. Karena itu, proses relokasi dilakukan melalui koordinasi dengan berbagai pihak agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap pelaku usaha.

“Kita ingin penataan kota berjalan, tetapi roda ekonomi masyarakat juga tetap hidup. Jadi semuanya dilakukan secara bertahap dan terukur,” katanya.

Pemko Banjarmasin juga berencana memanfaatkan kawasan bantaran sungai sebagai ruang terbuka yang lebih representatif, termasuk mendukung pengembangan sektor wisata sungai dan kuliner khas daerah.

Sementara itu, sejumlah warga menyambut positif pemindahan tongkang tersebut. Mereka menilai kawasan sekitar Balai Kota kini terlihat lebih terbuka dan nyaman dipandang.

“Sekarang pemandangan sungainya lebih bagus dan terasa lebih lega,” ungkap salah seorang warga di kawasan tersebut.

Pemerintah kota memastikan penataan lanjutan akan terus dilakukan guna mendukung identitas Banjarmasin sebagai kota seribu sungai sekaligus memperkuat daya tarik kawasan pusat kota.