
KAKINEWS.ID, BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tengah mengkaji dua alternatif lokasi pembangunan Jembatan Barito II. Melalui studi kelayakan atau feasibility study (FS), pemerintah mempertimbangkan pembangunan jembatan baru di samping jembatan eksisting atau bergeser sekitar 4–5 kilometer ke arah hulu.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalsel, M. Yasin Toyib, mengatakan kedua opsi tersebut masih dalam tahap kajian perencanaan untuk menentukan lokasi yang paling memungkinkan.
“Untuk Jembatan Barito II, kita masih melakukan FS, studi perencanaan. Ada beberapa opsi. Pertama, duplikasi, artinya langsung di samping jembatan yang ada,” ujarnya.
Alternatif kedua adalah memindahkan lokasi pembangunan sekitar 4–5 kilometer ke arah hulu. Opsi ini sekaligus berkaitan dengan rencana pembangunan akses jalan tambahan guna mendukung pengembangan wilayah, khususnya di Kabupaten Barito Utara.
Menurut Yasin, keputusan mengenai lokasi pembangunan tidak hanya mempertimbangkan keberadaan jembatan, tetapi juga kebutuhan konektivitas dan pengembangan infrastruktur jalan di kawasan tersebut.

Dari sisi pembiayaan, pembangunan fisik jembatan direncanakan menggunakan anggaran kementerian. Sementara jika opsi kedua dipilih, pembebasan lahan untuk jalan menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Barito Kuala, sedangkan pembangunan fisik jalannya direncanakan melalui anggaran Pemprov Kalsel.
“Untuk jembatan, sumber dananya nanti dari kementerian. Kemudian, untuk jalannya sendiri, kalau opsi kedua disepakati, pembebasan lahan dari Kabupaten Barito Kuala, sedangkan pembangunan fisik jalannya dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan,” jelasnya.
Hingga kini, Pemprov Kalsel masih menunggu hasil studi kelayakan sebelum menentukan alternatif lokasi yang akan direalisasikan.









