KAKINEWS.ID, BANJARMASIN – Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin berencana melakukan regrouping atau penggabungan sejumlah sekolah dasar negeri pada tahun 2026. Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah penataan sekolah yang mengalami kerusakan berat serta jumlah peserta didik yang terus menurun.

Beberapa sekolah yang masuk dalam rencana regrouping di antaranya SDN Pengambangan 8, SDN Pengambangan 9, dan SDN Pengambangan 10 yang nantinya akan dipusatkan di SDN Pengambangan 8. Selain itu, SDN Kelayan Barat 2 dan SDN Kelayan Barat 3 juga masuk daftar penggabungan.

Kepala Disdik Kota Banjarmasin Ryan Utama mengatakan keputusan tersebut diambil setelah dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi sekolah di lapangan.

“Sekolah-sekolah ini kondisinya rusak di atas 60 persen dan tidak layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Ditambah lagi jumlah siswanya sedikit, sehingga lebih efektif jika digabung,” ujarnya.

Selain faktor kerusakan bangunan, sejumlah sekolah juga terdampak proyek revitalisasi Sungai Veteran melalui program National Urban Flood Resilience Project (NUFReP). Kondisi tersebut membuat proses pembelajaran dinilai kurang optimal jika sekolah tetap berjalan terpisah.

Disdik Banjarmasin menilai regrouping menjadi langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran sekaligus memusatkan fasilitas pendidikan agar lebih layak dan efisien. Namun kebijakan itu juga memunculkan sorotan terkait lambannya penanganan kerusakan sekolah yang disebut telah berlangsung bertahun-tahun.