
Jakarta, KakiNews.id – Skandal dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi menyeret banyak pihak. Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, mengaku tidak akan menjadi satu-satunya pihak yang menanggung perkara tersebut dan siap membongkar nama-nama yang diduga ikut menikmati aliran dana dalam proyek strategis nasional itu.
Melalui kuasa hukumnya, Sony mengungkap adanya lebih dari 30 orang yang diduga memiliki keterkaitan dengan praktik penyimpangan dalam pengelolaan titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang kini tengah diusut Kejaksaan Agung.
Kuasa hukum Sony, Elza Syarief, mengatakan data mengenai pihak-pihak yang diduga terlibat tersimpan dalam telepon genggam milik kliennya yang saat ini telah disita penyidik.
“Lebih dari 30 orang. Untuk mengetahui semuanya perlu dibuka data yang ada di handphone yang sekarang sudah berada di tangan penyidik,” kata Elza.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa kasus MBG bukan sekadar melibatkan satu atau dua orang, melainkan diduga merupakan praktik yang melibatkan jaringan lebih luas dengan sejumlah pihak yang ikut menikmati keuntungan dari proyek bernilai triliunan rupiah tersebut.

Menurut Elza, seluruh informasi, percakapan, dan data yang tersimpan dalam telepon genggam Sony akan menjadi pintu masuk bagi penyidik untuk menelusuri pihak-pihak yang selama ini diduga beroperasi di balik layar.
Nama-nama tersebut, kata dia, akan dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dan menjadi bahan pendalaman penyidik Kejaksaan Agung.
Sony disebut memilih membuka seluruh fakta yang diketahuinya karena merasa selama ini ditempatkan sebagai pihak yang paling bertanggung jawab, sementara pihak lain yang diduga ikut berperan belum tersentuh proses hukum.
“Klien kami tidak mau dijadikan kambing hitam. Kalau memang ada pihak lain yang ikut bermain dan menikmati hasilnya, maka semuanya harus diungkap,” tegas Elza.
Tak hanya itu, Sony juga mengungkap adanya dugaan praktik jual beli titik SPPG yang semestinya digunakan untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Sejumlah titik yang telah mendapatkan persetujuan pembangunan diduga diperjualbelikan kepada pihak lain demi keuntungan pribadi.
Kuasa hukum Sony lainnya, Krisna Murti, bahkan menyebut terdapat sejumlah tokoh berpengaruh yang selama ini memiliki atensi dan pengaruh besar dalam pengelolaan proyek tersebut.
Menurut Krisna, Sony siap membuka siapa saja pihak yang diduga berada di balik permainan proyek MBG dan selama ini luput dari sorotan publik.
“Beliau merasa terus-menerus dipojokkan sebagai pihak yang menjual titik-titik dapur MBG. Padahal menurut beliau, ada nama-nama besar yang memiliki peran lebih dominan dan akan disampaikan dalam proses hukum,” ujar Krisna.
Pernyataan Sony yang siap menjadi justice collaborator kini menjadi ancaman serius bagi pihak-pihak yang selama ini diduga menikmati aliran dana proyek MBG. Jika seluruh data yang diklaim dimiliki Sony terbukti valid, bukan tidak mungkin penyidikan Kejaksaan Agung akan berkembang ke arah yang lebih besar dan menyeret aktor-aktor baru.
Publik kini menunggu keberanian aparat penegak hukum untuk tidak berhenti pada tersangka yang sudah ada, melainkan menelusuri seluruh aliran dana, membongkar penerima manfaat, dan mengungkap siapa saja yang diduga ikut menikmati bancakan proyek Makan Bergizi Gratis.








Tinggalkan Balasan