KAKINEWS.ID Amuntai – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Antasari buka suara dan minta maaf atas insiden Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ini masalah adanya kejadian puluhan siswa SMKN 1 Amuntai dilaporkan mengalami gangguan kesehatan usai menyantap makanan dari program tersebut, pada Kamis (23/4/2026) lalu.

Kendati demikian dari  keterangan diperoleh, Minggu (26/4/2027)  SPPG Antasari menyatakan bahwa seluruh proses pengolahan makanan telah dijalankan sesuai standar, ulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan, hingga distribusi.

“Klaim ini kini tengah diuji, seiring proses pemeriksaan yang dilakukan sejumlah instansi terkait,” kata ‘Kepala SPPG Antasari, Syifa Kamelia,, seraya sampaikan lagi  pihaknya permohonan maaf sekaligus keprihatinan atas dampak yang dialami para siswa.

“Dengan penuh kepedulian, kami menyampaikan keprihatinan atas kondisi siswa dan warga yang terdampak.Kami juga memohon maaf atas keresahan yang terjadi,” ujar Syifa. lagi

Di sisi lain, SPPG tidak menutup pintu terhadap evaluasi. Mereka menyatakan siap bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Dinas Kesehatan dan otoritas pengawas pangan, guna mengungkap penyebab pasti insiden tersebut.

“Kami siap mendukung penuh proses evaluasi dan perbaikan agar ke depan pelayanan MBG bisa berjalan lebih aman dan optimal,” tegasnya.

Sebagai langkah darurat, operasional SPPG Antasari untuk sementara dihentikan. Penghentian akan berlangsung hingga ada rekomendasi resmi dari pihak berwenang, menyusul kekhawatiran publik atas keamanan makanan yang disalurkan.

Kasus ini juga mendapat perhatian serius dari Badan Gizi Nasional (BGN) wilayah Kalsel yang langsung turun ke lapangan untuk memastikan penanganan berjalan sesuai prosedur.