
KAKINEWS.ID, BANJARMASIN – TNI Angkatan Udara mengirim satu unit helikopter jenis Dauphin dari Lanud Atang Sendjaja, Bogor, Jawa Barat, untuk memperkuat operasi pencarian dan pertolongan (SAR) korban KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa.
Helikopter tersebut akan bergabung dalam operasi SAR hari ke-11 yang dipimpin Kantor SAR Kelas A Banjarmasin.
Kepala Kantor SAR Kelas A Banjarmasin sekaligus SAR Mission Coordinator, I Putu Sudayana, mengatakan helikopter Dauphin dijadwalkan berangkat dari Lanud Atang Sendjaja sekitar pukul 06.00–07.00 WIB menuju Lanud Sjamsudin Noor, Banjarbaru.
Selanjutnya, helikopter akan menuju Pelabuhan Trisakti Banjarmasin sebelum dikerahkan untuk mendukung operasi pencarian.
“Besok pasti ke sini dulu sebelum operasi SAR, tapi landing dulu di Lanud Sjamsudin Noor,” ujar Putu di Banjarmasin, Selasa (22/9/2026).

Penambahan helikopter Dauphin membuat sedikitnya tujuh unsur udara terlibat dalam operasi SAR KM Virgo Transport 8.
Unsur tersebut terdiri atas helikopter Basarnas HR-3601, helikopter AS-365 Mabes Polri, pesawat CN-235 TNI Angkatan Laut, helikopter Panther HS-1310 TNI AL, pesawat Cessna 208 Caravan BNPB, pesawat Boeing TNI AU, serta helikopter Dauphin TNI AU.
Pada hari ke-10 operasi, hingga pukul 16.00 WITA, tim SAR kembali mengevakuasi tiga korban meninggal dunia dari dalam badan kapal yang tenggelam.
Ketiga korban dievakuasi menggunakan helikopter Basarnas HR-3601 dari lokasi kejadian menuju Lanud Sjamsudin Noor, Banjarbaru.
Selanjutnya, korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin untuk menjalani proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri.
Selain unsur udara, operasi SAR juga diperkuat lebih dari 17 armada laut.
Sejumlah kapal yang dikerahkan antara lain KN SAR Kamajaya, KN SAR Pacitan, TB Dragon, KRI Nala, KRI Canopus, KN Miang Besar, KP Orca, KN Grantin, dan KN Kunyit.
Seluruh unsur tersebut dikerahkan untuk memperluas pencarian sekaligus mendukung proses evakuasi korban KM Virgo Transport 8 di lokasi kejadian.
Operasi pencarian masih terus dilakukan untuk menemukan korban yang belum diketahui keberadaannya setelah kapal tersebut tenggelam di perairan Laut Jawa.








