KAKINEWS.ID,  JAKARTA – Pekerja dengan sistem shift cenderung memiliki durasi tidur lebih pendek dan pola konsumsi makanan yang berbeda dibandingkan pekerja dengan jam kerja reguler. Hal itu terungkap dalam analisis terhadap 1.814 pekerja di Jepang.

Studi tersebut menemukan, pekerja shift baik laki-laki maupun perempuan memiliki konsumsi makanan laut mentah yang lebih rendah serta pola tidur yang lebih pendek.
Pada pekerja perempuan, perbedaan pola makan juga terlihat dari konsumsi susu dan produk olahan susu yang lebih rendah dibandingkan kelompok pekerja non-shift.
Meski demikian, total asupan energi harian antara pekerja shift dan non-shift relatif serupa. Temuan ini menunjukkan bahwa persoalan kerja shift tidak hanya berkaitan dengan jumlah kalori yang dikonsumsi, tetapi juga kualitas makanan dan pola hidup.
Pada pekerja laki-laki, penelitian menemukan bahwa kelompok pekerja shift lebih sering mempertimbangkan faktor kesukaan dan kemudahan ketika memilih makanan.
“Kerja shift dapat memengaruhi lebih dari sekadar jadwal tidur,” demikian temuan yang dilaporkan News-Medical dalam pemberitaan yang dipublikasikan 9 September 2026.
Peneliti menilai perbedaan pilihan makanan tersebut penting diperhatikan karena pekerja shift menghadapi pola aktivitas dan waktu makan yang berbeda dari pekerja dengan jadwal kerja normal.
Hasil penelitian ini juga memperlihatkan pentingnya memperhatikan kualitas pola makan dan tidur pekerja shift, bukan hanya jumlah energi yang masuk ke tubuh.
Namun, penelitian tersebut bersifat cross-sectional, sehingga temuan yang diperoleh menunjukkan adanya hubungan antara kerja shift, pola tidur, dan pola makan, bukan membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung.