KAKINEWS.ID, Jakarta – Sistem gunung lumpur atau mud volcano di dasar laut kawasan Tanimbar-Tual, Maluku, diduga dapat merespons perubahan tekanan akibat aktivitas tektonik. Dugaan ini mengemuka menyusul gempa bumi bermagnitudo 6,2 di Laut Banda pada 29 Oktober 2026 dan kemunculan daratan baru menyerupai pulau karang di perairan Tual, Senin (2/11/2026).

Dugaan keterkaitan fenomena tersebut disampaikan pengamat gempa dan edukator kebencanaan Daryono, Senin (2/11/2026).

Daryono menjelaskan, gempa yang terjadi pada kedalaman 164 kilometer itu diduga memengaruhi sistem gunung lumpur di kawasan busur luar Banda. Wilayah tersebut secara geologis memiliki endapan sedimen tebal yang kaya akan air dan gas bertekanan tinggi.

Menurutnya, getaran gempa berpotensi meningkatkan tekanan pori fluida (pore fluid pressure) secara mendadak serta memicu retakan pada lapisan batuan penutup (cap rock).

Kondisi tersebut memungkinkan akumulasi lumpur, air, dan sedimen terdorong naik melalui celah patahan hingga mencapai permukaan laut.

Daratan Baru Muncul di Perairan Tual

Dinamika geologi di kawasan Maluku juga ditandai dengan kemunculan daratan baru menyerupai pulau karang di perairan Desa Yamru, Kecamatan Tayando-Tam, Kota Tual, pada Senin (2/11/2026) sekitar pukul 02.00 WIT.

Daratan yang muncul ke permukaan laut tersebut diperkirakan memiliki panjang sekitar 60 meter dan lebar 30 meter. Sebelum kemunculannya, warga setempat dilaporkan mendengar suara dentuman keras dari arah laut.

Berdasarkan kesaksian warga, fenomena naik-turun atau timbul-tenggelamnya struktur daratan di kawasan tersebut bukan kali pertama terjadi. Peristiwa serupa disebut pernah tercatat pada 1982, 1992, hingga 2023.

Daryono mengaitkan dugaan aktivitas gunung lumpur tersebut dengan fenomena serupa di Desa Teinaman, Kepulauan Tanimbar, setelah gempa bermagnitudo 7,5 pada Januari 2023.

Ia menilai, jalur celah atau vent gunung lumpur di dasar laut kawasan Tanimbar-Tual diduga masih aktif dan sensitif terhadap perubahan tegangan tektonik regional.

Meski demikian, hubungan langsung antara gempa M6,2 di Laut Banda dan kemunculan daratan baru di perairan Tual masih memerlukan kajian geologi serta verifikasi lapangan lebih lanjut.