Jakarta, Kakinews – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai membuka lapisan baru dalam skandal korupsi proyek jalan di Sumatera Utara—dan kali ini, deretan nama pejabat teknis ikut terseret ke pusaran penyidikan. Pengembangan kasus yang berangkat dari operasi tangkap tangan (OTT) ini bukan sekadar formalitas, melainkan sinyal keras bahwa lingkaran korupsi proyek infrastruktur belum benar-benar dibongkar tuntas.

Dengan menggunakan sprindik umum, KPK memang belum menetapkan tersangka baru. Namun langkah memanggil sejumlah pejabat kunci di lingkungan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumut memperlihatkan arah penyidikan yang semakin tajam: membidik aktor-aktor teknis yang selama ini diduga menjadi “pengatur permainan” di balik proyek bernilai besar.

Pemeriksaan dilakukan di BPKP Sumatera Utara, dan meski materi pemeriksaan belum dibuka ke publik, daftar saksi yang dipanggil sudah cukup memberi gambaran: ini bukan perkara kecil, melainkan dugaan korupsi yang melibatkan rantai struktural dari level pelaksana hingga pengambil keputusan.

Daftar saksi yang diperiksa KPK:

  • Manaek Manalu – PNS Kementerian PU, BBPJN Sumut
  • T. Rahmansyah Putra (Dadam) – Kasatker PJN Wilayah II Sumut (2023–2024)
  • Heri Handoko – PPK 1.2 BBPJN Sumut
  • Faisal – PPK 1.1 BBPJN Sumut
  • Munson Ponter Paulus Hutauruk – Pensiunan PNS / PPK 1.4 BBPJN Sumut
  • Rahmad Parulian – Eks Kasatker PJN Wilayah I / Pejabat Bidang Jalan dan Jembatan PUPR Sumut
  • Dicky Erlangga – Kasatker Wilayah I PJN

Pemanggilan nama-nama ini mempertegas bahwa dugaan korupsi proyek jalan bukan sekadar ulah individu, melainkan berpotensi melibatkan sistem yang terorganisir.

Kasus ini sendiri merupakan pengembangan dari OTT Juni 2025 yang telah menjerat sejumlah pihak, termasuk mantan Kadis PUPR Sumut, Topan Ginting, yang sudah divonis 5 tahun 6 bulan penjara. Namun publik kini mulai mempertanyakan: apakah vonis tersebut hanya menyentuh “lapisan atas”, sementara aktor lain masih bebas?

KPK tampaknya tengah mengumpulkan potongan puzzle untuk membongkar keseluruhan jaringan. Jika bukti menguat, bukan tidak mungkin gelombang tersangka baru akan segera diumumkan.

Satu hal yang kini tak bisa dibantah: proyek jalan yang seharusnya menjadi urat nadi pembangunan justru diduga menjadi ladang bancakan berjamaah.