Jakarta, Kakinews — Perdagangan saham sepanjang April 2026 menghadirkan kontras tajam di pasar modal Indonesia. Di saat IHSG justru terkoreksi, sejumlah saham malah “meledak” dengan kenaikan fantastis hingga ratusan persen—bahkan nyaris menyentuh 700%.

Berdasarkan data pasar, IHSG tercatat turun sekitar 1,3% sepanjang periode 1–30 April 2026 dan ditutup di level 6.956,8. Pelemahan ini mencerminkan tekanan yang masih membayangi pasar, mulai dari aksi jual investor hingga sentimen global.

Namun di balik merahnya indeks, sejumlah saham justru mencuri perhatian dengan lonjakan ekstrem yang tak masuk akal bagi sebagian pelaku pasar. Saham-saham lapis kecil (small caps) mendominasi daftar “top gainers” dengan kenaikan agresif dalam waktu singkat.

Saham dengan kenaikan paling mencolok adalah PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) yang melesat hingga 691,67% hanya dalam satu bulan. Lonjakan ini menjadikannya sebagai saham paling “liar” sepanjang April.

Berikut daftar saham dengan kenaikan tertinggi (top gainers) April 2026:

PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA): +691,67%

PT Bekasi Asri Pemula Tbk (BAPA): +205,13%

PT Sinergi Inti Plastindo Tbk (ESIP): +190%

PT DMS Propertindo Tbk (KOTA): +161,4%

PT Intermedia Capital Tbk (MDIA): +154,9%

PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK): +135,04%

PT Danasupra Erapacific Tbk (DEFI): +128,57%

PT Citatah Tbk (CTTH): +114,08%

PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR): +105,77%

PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK): +100,3%

Fenomena ini menunjukkan adanya pergerakan ekstrem pada saham-saham tertentu, yang sering kali dipicu oleh spekulasi tinggi, likuiditas rendah, atau sentimen sesaat.

Di sisi lain, tidak semua saham bernasib sama. Sejumlah emiten justru masuk kategori “top losers” dengan penurunan tajam hingga lebih dari 38% dalam periode yang sama. Ini menegaskan bahwa volatilitas pasar masih sangat tinggi dan penuh risiko.

Kondisi ini menjadi pengingat bagi investor untuk tidak hanya tergiur potensi cuan besar dalam waktu singkat, tetapi juga memperhatikan fundamental serta risiko yang menyertai lonjakan harga yang tidak wajar.