
Gito Huang (Foto: Ist)
KAKINEWS – Langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melimpahkan perkara suap di lingkungan Ditjen Bea dan Cukai ke tahap penuntutan justru memunculkan ironi baru. Di saat para pelaku lapangan mulai diadili, sosok yang diduga sebagai pengendali utama, Gito Huang, hingga kini belum tersentuh proses hukum.
KPK telah menyerahkan tiga tersangka dari pihak swasta—John Field, Andri, dan Dedy Kurniawan—beserta barang bukti ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kamis (2/4/2026). Pelimpahan ini menandai berakhirnya penyidikan terhadap pihak pemberi suap dan membuka jalan menuju persidangan.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyatakan berkas perkara telah lengkap dan siap dibawa ke meja hijau. Jaksa kini diberi waktu dua pekan untuk menyusun surat dakwaan sebelum sidang digelar.
Namun, di balik progres tersebut, perhatian publik justru tertuju pada satu nama yang terus mencuat: Gito Huang. Ia disebut-sebut sebagai beneficial owner PT Blueray, perusahaan yang terlibat dalam praktik suap untuk meloloskan barang impor tanpa pemeriksaan.

Sejauh ini, KPK telah menetapkan tujuh tersangka, termasuk empat pejabat Bea Cukai yang diduga menerima suap untuk memuluskan jalur masuk barang, bahkan yang disinyalir ilegal atau palsu.
Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, mengungkap praktik ini merupakan kesepakatan terstruktur antara pihak swasta dan aparat Bea Cukai sejak Oktober 2025. Tujuannya jelas: menghindari pemeriksaan agar distribusi barang berjalan tanpa hambatan.
Meski konstruksi perkara terhadap para pelaku teknis mulai terurai, posisi Gito Huang masih menjadi teka-teki. Sejumlah jejak digital dan keterkaitan bisnis mengarah pada perannya sebagai pengendali, namun belum diikuti langkah hukum yang konkret.
Situasi ini menimbulkan kesan bahwa penegakan hukum baru menyentuh lapisan bawah, sementara aktor yang diduga berada di lingkar inti masih berada di luar jangkauan.
KPK menyatakan tidak menutup kemungkinan memanggil pihak lain untuk memperjelas perkara. Namun hingga kini, belum ada kepastian kapan Gito Huang akan diperiksa atau ditetapkan sebagai tersangka.
Kasus ini pun menjadi ujian serius bagi KPK: apakah berani menembus hingga ke pucuk kekuasaan bisnis, atau berhenti pada para pelaksana yang sudah lebih dulu tumbang.








Tinggalkan Balasan