
JAKARTA, KAKINEWS – Dugaan keterlibatan anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP), dalam insiden penerobosan jalur Transjakarta yang berujung cekcok dengan anggota kepolisian kini menjadi perhatian serius. Badan Kehormatan (BK) DPRD DKI Jakarta memastikan telah turun tangan untuk menelusuri kasus yang menyita perhatian publik tersebut.
Ketua BK DPRD DKI Jakarta, Yudha Permana, mengatakan pihaknya belum dapat menyimpulkan identitas pengendara yang viral dalam insiden di kawasan Pesing, Jakarta Barat, Jumat (3/7/2026). Saat ini, BK masih melakukan verifikasi terhadap informasi dan bukti yang beredar.
“Ada foto oknum yang mengaku anggota dewan. Kami investigasi dulu untuk memastikan identitasnya,” ujar Yudha, Selasa (7/7/2026).
Penelusuran BK dilakukan menyusul munculnya dugaan bahwa pengendara berinisial HK nekat menerobos jalur Transjakarta yang sedang ditutup untuk rekayasa lalu lintas. Dalam insiden itu, HK juga diduga terlibat adu mulut dan melontarkan kata-kata kasar kepada anggota Satlantas yang tengah menjalankan tugas pengamanan arus kendaraan.
Di sisi lain, kepolisian menyatakan persoalan antara pengendara dan petugas di lapangan telah diselesaikan secara kekeluargaan. Meski demikian, penyelesaian damai tersebut tidak menghentikan evaluasi internal yang kini masih berlangsung di lingkungan Polri.

Wakil Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Barat AKP Muhammad Ilham mengatakan kedua pihak telah bertemu dan sepakat menyelesaikan persoalan secara damai.
“Sudah ditangani, kedua pihak sepakat damai. Yang bersangkutan juga menunjukkan iktikad baik dengan menemui anggota kami,” kata Ilham.
Namun, Ilham menegaskan pihaknya masih menunggu arahan dari pimpinan terkait tindak lanjut hasil laporan yang telah disampaikan kepada Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya.
“Kami tunggu petunjuk pimpinan untuk langkah selanjutnya,” ujarnya.
Berdasarkan laporan kepolisian, insiden bermula sekitar pukul 17.45 WIB saat arus lalu lintas di kawasan Pesing mengalami kepadatan. Petugas Satlantas bersama personel TNI melakukan rekayasa lalu lintas dengan menutup sementara jalur Transjakarta menggunakan water barrier.
Saat itu, seorang pengendara meminta agar pembatas dibuka agar dapat melintas. Permintaan tersebut ditolak karena jalur khusus bus masih ditutup demi kelancaran pengaturan lalu lintas. Namun, pengendara yang diduga mengaku sebagai anggota DPRD tetap berupaya memasuki jalur Transjakarta sehingga memicu adu argumen dengan petugas.
Pengendara sempat meninggalkan lokasi. Akan tetapi, ia kembali beberapa saat kemudian sehingga cekcok kembali terjadi dan situasi sempat memanas sebelum akhirnya berhasil diredam oleh aparat yang bertugas.
Kasus tersebut kini tidak hanya menjadi perhatian kepolisian, tetapi juga memasuki ranah etik di DPRD DKI Jakarta. Hasil verifikasi BK akan menjadi dasar untuk menentukan apakah terdapat dugaan pelanggaran kode etik yang melibatkan anggota dewan.







