
KAKINEWS.ID Amuntai – Sebanyak 66 mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Muhammad Arsyad Al Banjari (MAB) Banjarmasin dalam rangka program pengabdian masyarakat dan riset di Kabupaten HSU
Wakil Bupati Hulu Sungai Utara (HSU), Hero Setiawan, menyambut positif kedatangan para mahasiswa.
Kedatangan para mahasiswa yang terdiri dari jurusan Peternakan dan Agrobisnis ini akan turun di lima desa yang tersebar pada tiga kecamatan di Kabupaten HSU.
Fokus utama dari kegiatan adalah melakukan pengabdian selama empat hari dan riset mendalam selama empat bulan mengenai potensi dan penanganan gulma atau kerap disebut Susupan Gunung (Mimosa Pigra).
Para mahasiswa akan dibagi ke titik-titik strategis seperti di Kecamatan Amuntai Tengah di Desa Sungai Karias, Desa Muara Tapus, dan Desa Pinang Habang.

Di Kecamatan Sungai Pandan tepatnya di Desa Murung Asam. Sedangkan Kecamatan Haur Gading tepatnya di Desa Jingah Bujur.
Wakil Bupati Hero Setiawan menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya atas dipilihnya Kabupaten HSU sebagai lokasi riset mereka.
“Ini adalah sebuah kehormatan bagi kami. Kedatangan mahasiswa ini sangat tepat karena fokus risetnya pada Susupan Gunung yang memang banyak terhampar di wilayah kita,” kata Hero Setiawan.
Ia memastikan bahwa Pemerintah Kabupaten HSU akan memberikan dukungan penuh agar kegiatan ini berjalan lancar dan menghasilkan solusi konkret bagi masyarakat.
Senada, Kepala Dinas Pertanian HSU, Haridi, yang turut mendampingi Wakil Bupati, menyampaikan tantangan nyata yang dihadapi petani lokal di Kabupaten HSU.
Menurutnya, gulma Susupan Gunung -sebutan oleh warga lokal, selama ini dianggap sebagai musuh utama petani selain faktor iklim, karena sifatnya yang invasif dan cepat menutupi lahan produktif.
“Berbagai riset terus kita upayakan untuk mengatasi masalah ini. Sejauh ini, ada indikasi bahwa Susupan Gunung bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Namun, hal itu masih memerlukan kajian yang sangat mendalam, dan di sinilah peran mahasiswa Uniska sangat kami harapkan untuk memvalidasi potensi tersebut,” jelas Haridi.






Tinggalkan Balasan